Jum'at, 19 Januari 2018

Inovasi Unik, Cake Tiwul Khas Surabaya Berhasil Go Internasional

Jum'at, 05 Januari 2018 09:36:52 WIB
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Inovasi Unik, Cake Tiwul Khas Surabaya Berhasil Go Internasional

Surabaya (beritajatim.com)  - Kue tradisional mungkin kini hanya dipandang sebelah mata, keberadaannya kalah dengan kue modern yang mulai menjamur di berbagai gerai di Surabaya.

Namun kini inovasi kue tradisional sudah berani bersaing dengan kue modern, terbukti di tangan Sri Wahyuni, jajanan tradisional tiwul disulap menjadi sebuah cake.

Wanita bertempat tinggal di Bronggalan Sawah 2-A ini pun coba-coba membuat kudapan unik tersebut. Di 2009, dimana ia terinspirasi mulai pudarnya generasi menikmati makanan tradisional.

"Waktu saya buat ternyata banyak yang suka. Saya juga sering membuat roll tiwul untuk takjil di masjid. Testimoni tetangga dan keluarga bagus. Mereka serasa tidak makan tiwul, tapi tekstur roll tiwul buatan saya lembut dan kenyal. Akhirnya keterusan sampai sekarang," ungkapnya, Jumat (5/1/2018).

Banyaknya permintaan, Sri menekuni bisnis roll cake bernama Tiwul Djeng Sri sejak 2012. Perempuan berkerudung ini juga mempromosikan produknya lewat ibu-ibu Bhayangkari, di mana waktu itu Sri bagian dari anggota.

"Saya terus melakukan perbaikan pada produk roll tiwul, karena banyak yang tertarik. Misalnya dari segi rasa, tekstur, kelembutannya, juga aromanya," katanya.

Sebagian orang mungkin tak cocok kala menyantap nasi tiwul atau jajanan tiwul bertabur kelapa, entah karena rasa atau teksturnya yang tidak biasa.

Namun untuk menikmai roll Tiwul Djeng Sri tentu tidak usah khawatir. Sri mengaku jika roll tiwul buatannya menggunakan bahan-bahan pilihan dan berkualitas. Di antaranya gula merah khusus dari Blitar, tepung gaplek, tepung terigu, telur, susu, dan kelapa.

"Gula merah kami khusus dari Blitar karena niranya lebih sedap. Kami juga tidak menggunakan pengembang atau pun pengawet makanan. Semua bahan alami. Kue ini juga cocok untuk orang diet, karena sekal makan langsung kenyang, beda dengan makan roti biasa," tambahnya.

Menurut Sri, memang ada cara khusus pembuatan roll tiwul miliknya, yaitu dengan campuran air kelapa. Campuran air kelapa dipercaya mampu membuat tiwul cocok dikonsumsi siapa saja, sekaligus menghilangkan baunya yang khas.

Ada empat varian topping Roll Tiwul milik Sri, di antaranya kelapa (original), keju, kacang kenari, dan kismis.

Satu roll tiwul ukuran 25 sentimeter kali 9 sentimeter dihargai Rp 30 ribu rupiah. Karena tidak menggunakan pengawet, roll cake milik Sri hanya tahan disimpan 2 hari untuk topping original, dan 5 hari untuk empat varian lainnya.

"Kalau original gak bisa tahan lama karena topping serutan kelapanya, makanya beberapa orang pesan topping terpisah. Tapi kalau di simpan di lemari pendingin bisa lebih lama," jelasnya.

Roll Tiwul Djeng Sri sempat booming. Dia pun mendapatkan banyak keuntungan, omset bersih kala itu mencapai Rp 5 juta rupiah. Bahkan penjualannya pun hingga ke Singapura.

Roll Tiwul juga sempat dijual di salah satu supermarket buah terlengkap di Surabaya.

"Hanya dua bulan, saya berhenti taruh di situ karena tidak ada tenaga yang membantu. Biasanya yang mengerjakan saya, suami, anak, dan satu tenaga kerja. Waktu itu bapak dinas, jadi saya tidak ada yang bantu lagi," kata isti Sunaryo ini.

Sri mengaku belum berani mengambil tenaga orang lain. Sejak 2012 silam Sri punya banyak pelanggan, salah satu pelanggannya adalah orang Indonesia yang berdomisili di Singapore. [way/suf]

Tag : kuliner

Komentar

?>