Senin, 15 Oktober 2018

Kang Yoto Apresiasi Musik Keroncong Gergaji Sayap Jendela

Minggu, 17 Desember 2017 00:32:09 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Kang Yoto Apresiasi Musik Keroncong Gergaji Sayap Jendela

Bojonegoro (beritajatim.com)--Kelompok musik keroncong Etnik Sayap Jendela mendapat apresiasi dari Bupati Bojonegoro, Suyoto. Kelompok musik keroncong tersebut pentas dalam pembukaan Jazz Bengawan yang menghadirkan band Payung Teduh di Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (16/12/2017) malam.

Yang berbeda dari kelompok musik keroncong tersebut adalah alat musik yang digunakan. Salah satu alat musik yang dimainkan adalah biola gergaji. Gergaji tersebut dimainkan oleh Djagad Pramoejito. Gesekan suaranya menjadi melodi yang ritmis.

"Lagu pertama yang dibawakan membuat Kang Yoto terenyuh. kreatifitas tersebut merupakan bentuk pemikiran yang terbuka dan berani keluar dari kebiasaan," ungkapnya dalam memberikan sambutan.

Kang Yoto -sapaan akrab Suyoto- mengungkapkan bahwa dalam menghadapi kehidupan harus berani berpikir merdeka dan terbuka. "Dengan bahagia makanya bisa melampaui batas maksimal. Itu yang akan menjadi capaian sebuah tujuan," terangnya.

Seperti halnya sejumlah pemuda Ledok Kulon, kata politisi PAN ini, Jazz Bengawan merupakan cara warga Ledok Kulon dalam menghadapi bencana banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Setiap air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu meluap, Kelurahan Ledok Kulon merupakan kawasan pertama yang terdampak.

"Warga Ledok ini bisa menyikapi musibah banjir dengan bahagia. Dengan begini caranya," terangnya.

Sementara, Ketua Pelaksana Jazz Bengawan, Faris Sigit Hartono mengungkapkan, Jazz Bengawan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat sekitar terhadap alam, khususnya sungai.

Dengan kemasan musik ini diharapkan masyarakat sadar tentang pentingnya menjaga ekosistem kehidupan yang ada di sungai.

"Tidak hanya musik, tapi dalam rangkaian Jazz Bengawan juga ada penaburan benih ikan juga penanaman pohon di tepian sungai," terangnya.

Sekadar diketahui, dalam konsernya di Jazz Bengawan ini, Payung Teduh membawakan 8 lagu. Semua penonton larut dalam satu per satu lagu yang dinyanyikan oleh sang vokalis Mohammad Istiqamah Djamad atau Is. Apalagi lagu penutup yang berjudul Akad. Hampir semua penonton turut menyanyi.

Salah seorang penonton, Dita Afuzal mengaku terhibur dengan adanya konser Payung Teduh tersebut. Meskipun sebelumnya ia sudah pernah menonton, namun tidak merasa bosan. "Bisa menghilangkan penat pekerjaan," katanya.

Apalagi, lanjut dia, konser Payung Teduh di Jazz Bengawan ini merupakan kesempatan terakhir sebelum sang vokalis, Is resmi mundur setelah album terbaru mereka rilis. "Ini kesempatan bisa meonton di kota sendiri," pungkasnya. [lus/air]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>