Minggu, 23 September 2018

Kuliner Baru Banyuwangi Itu Bernama 'Sibunas O Lele'

Jum'at, 17 Nopember 2017 08:43:15 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Kuliner Baru Banyuwangi Itu Bernama 'Sibunas O Lele'

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sibunas O Lele merupakan singkatan dari Nasi Bungkus Panas olahan Lele. Ini adalah sebuah masakan yang terbuat dari nasi dengan lauk berisi olahan ikan lele.

Makanan itu merupakan bentuk inovasi warga Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran dan Tim Penggerak PKK Banyuwangi. Tujuannya, agar memberikan pilihan cara asyik menikmati makan ikan.

"Ini merupakan cara kami untuk mengkampanyekan gerakan gemar makan ikan kepada masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, ikan merupakan bahan konsumsi yang murah, mudah didapat dan juga kaya gizi," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (17/11/2017).

Tak sekedar di masak begitu saja, lele juga diolah dengan berbagai kreasi rasa. Alasan mengapa makanan ini dibungkus, karena nasi bungkus cukup populer di tengah masyarakat.

"Keberadaanya juga cukup terjangkau oleh semua kalangan. Apalagi nasi bungkus juga harganya relatif murah," terangnya.

Selain itu, kata Anas, kegiatan ini juga sebagai bentuk support kepada para pembudidaya lele. Saat ini, pembudidayaan lele sedang gencar dilakukan di Banyuwangi.

"Peningkatan produksi lele tersebut, harus diimbangi dengan peningkatan konsumsi. Sehingga kedepannya tidak terjadi kelebihan produksi. Pemerintah tidak hanya mendorong untuk melakukan produksi, tapi juga menyiapkan proses lanjutannya," ungkap Anas.

Produksi yang mencapai 1.400 ton/tahun tersebut, sengaja terus dikembangkan. Karena lele memiliki keunggalan tersendiri dibandingkan dengan budidaya jenis ikan tawar lainnya.

"Lele ini memiliki tiga keunggulan. Pertama, proses ternaknya mudah, pemasarannya juga mudah, dan pengolahannya juga mudah," terang Anas.

Apalagi saat ini, melalui program Gema Pamili (Gerakan Masyarakat Pangan Mina Lestari), Pemkab Banyuwangi sedang menggencarkan pemanfaatan lahan pertanian ataupun lahan kosong untuk budidaya ikan air tawar. Dengan program tersebut, diharapkan bisa memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat.

"Saat ini sudah ada 17.620 kolam ikan hasil dari gerakan Gema Pamili. Ke depannya, ini terus kita tingkatkan jumlah dari serratus ribu kolam yang dicanangkan oleh Bupati," ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo. [rin/suf]

Tag : kuliner

Komentar

?>