Rabu, 22 Nopember 2017

Mahasiswa Poliwangi Bicara Ini Soal Puncak Ijen

Rabu, 15 Nopember 2017 12:36:29 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Mahasiswa Poliwangi Bicara Ini Soal Puncak Ijen

Banyuwangi (beritajatim.com) - Pembangunan di Puncak Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen masih berlangsung. Namun, banyak kalangan yang menyayangkan mengenai pembangunan itu.

Salah satunya, Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia (HMPI). Menurutnya, pembangunan itu akan membuat Ijen memudar.

"Dulu kalau kita ke sana itu terlihat keindahan alamnya. Tetapi adanya pembangunan dari pemerintah itu nantinya, kekhasan dan kealamian Ijen akan pudar. Kita sendiri yang dari pariwisata sedikit keberatan dengan adanya pembangunan itu," kata Aditya Dwi Kurniawan, Mahasiswa Manajemen Bisnis Pariwisata, Poliwangi, Rabu (15/11/2017).

Meskipun, kata Adit, pembangunan tersebut bermaksud baik untuk pengembangan Ijen. Akan tetapi, dirinya yang sadar dengan pariwisata, kondisi tersebut tak menuntut kemungkinan bakal mengurangi rasa saat berada di gunung yang terkenal dengan api birunya itu.

"Untuk sikap kami sendiri, kita mendapat undangan dukungan dari sosial media untuk menghentikan pembangunan di Puncak Ijen. Kita melampirkan sedikit tulisan tentang pembangunan yang ada di sana," ujarnya.

Secara keseluruhan, lanjut Adit, banyak yang beranggapan negatif adanya penambahan fasilitas di puncak Ijen itu. "Karena, hal itu dinilai akan merusak alam," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah warga, pelaku wisata, traveler, LSM, para siswa dan aktivis lingkungan juga mengecam keras adanya pembangunan fasilitas mushola, pendapa, toilet dan pagar pengaman di puncak Ijen. Mereka menilai, pembangunan itu minim kajian, merusak alam dan tidak pro konservasi.

Namun, BBKSDA Propinsi Jawa Timur tak melihat itu sebagai hal yang menyimpang. BKSDA menganggap, pembangunan itu perlu lantaran adanya banyak keluhan dari wisatawan. Selain itu, pembangunan tersebut lebih memperhitungkan sisi safety atau keamanan.

Hingga kini, menurut Kepala Balai BKSDA Jawa Timur, Ayu Dewi Utari pembangunan yang menelan dana sekitar Rp 5 M itu tetap berlanjut. Bahkan, telah mencapai 60 persen pengerjaan. Rencananya akhir November pembangunan selesai dikerjakan. (rin/kun)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>