Rabu, 22 Nopember 2017

Nihil Transportasi Wisata, Gempar Pertanyakan Kesiapan 'Visit Sumenep 2018'

Senin, 13 Nopember 2017 13:26:47 WIB
Reporter : Temmy P.
Nihil Transportasi Wisata, Gempar Pertanyakan Kesiapan 'Visit Sumenep 2018'

Sumenep (beritajatim.com) - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlementer (Gempar), Senin siang berunjukrasa ke kantor Bupati Sumenep. Mereka mempertanyakan kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat dalam menyongsot 'Visit Sumenep 2018'.

"Kami menilai Pemkab belum siap menyukseskan 'Visit Sumenep 2018'. Konsep yang disuguhkan Pemkab ke wisatawan tidak jelas," kata Korlap aksi, Mahfud Amin, Senin (13/11/2017).

Ia juga menyayangkan belum adanya transportasi menuju lokasi wisata. Bahkan peta lokasi wisata juga tidak ada. Akibatnya, banyak wisatawan yang merasa kebingungan saat akan berkunjung ke lokasi wisata.

"Harusnya di tiap destinasi wisata sudah disiapkan angkutan menuju kesana. Di Sumenep sampai saat ini belum ada. Jadi kalau wisatawan menempuh jalur darat, dari terminal bis tidak ada angkutan ke lokasi wisata," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyayangkan mengapa pemerintah lebih mengutamakan pembenahan fasilitas di Gili Labak dan Giliyang dibanding Pantai Lombang dan Slopeng.

"Padahal Pantai Lombang dan Slopeng sudah memberikan konstribusi ke pendapatan asli daerah (PAD). Tapi mengapa dua lokasi wisata itu seolah diabaikan?" gugatnya.

Sementara Asisten Administrasi Umum, Pemkab Sumenep, Moh Jakfar saat menemui pengunjuk rasa mengatakan, untuk mensukseskan Visit Sumenep 2018 tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, tetapi harus ada dukungan masyarakat dan para pengusaha.

"Semua unsur itu harus bersinergi menyukseskan 'Visit Sumenep 2018'. Misalnya untuk penyediaan transportasi wisata atau juga pembangunan hotel dan penginapan, bisa dilakukan oleh pengusaha, tidak harus menunggu pemerintah," terangnya.

Ia berharap masyarakat juga ikut berperan aktif mensukseskan tahun kunjungan wisata tersebut. Apalagi program itu berujung untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya menjadi penontot. Tetapi harus ikut aktif berperan serta mengambil bagian, untuk menghadapi Visit Sumenep 2018," tandasnya. [tem/but]

Komentar

?>