Rabu, 22 Nopember 2017

Menpar: Pembangunan Puncak Ijen Sebaiknya Dibicarakan Lebih Matang

Sabtu, 11 Nopember 2017 23:26:55 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Menpar: Pembangunan Puncak Ijen Sebaiknya Dibicarakan Lebih Matang
Menpar Arief Yahya saat berkunjung ke Banyuwangi. [Foto: rindi/bj.com]

Banyuwangi (beritajatim.com)--Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan pendapat mengenai pembangunan puncak Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Menurutnya, penambahan fasilitas berasal dari adanya desakan para pengunjung.

"Kita yang protes kalau ke sana tidak ada toilet, tidak ada mushola, kalau turun ke blue fire sangat berbahaya kan, itu ya dikerjakan. Satu ada pegangan saat kita turun, kedua toilet," ungkap Arief Yahya di Banyuwangi, Sabtu (11/11/2017).

Masalahnya, kata Arief, penempatan bangunan itu dinilainya kurang tepat. Hal itu diyakini berdasarkan banyak masukan dari berbagai pihak.

"Harusnya dikomunikasikan, didiskusikan, dimusyawarahkan dengan baik. Tapi saya sudah komunikasi dengan Menteri LHK, dan sudah dipastikan tidak pada jalur di pendakian. Tapi masih ada yang memberikan masukanlah, untuk menghilangkan kata-kata protes, sebaiknya jangan di situ," terangnya.

Sebenarnya jika ini dapat dikomunikasikan lebih awal hasilnya tidak akan demikian. Dalam hal ini, Arief berpesan, kedua belah pihak antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan LHK dapat berkomunikasi dan sosialisasi dengan baik.

"Masukan saya, kepada Pak Bupati dan LHK ini harus berkomunikasi dengan baik, koordinasi dengan baik dan nantinya disosialisasikan dengan baik," katanya.

Tapi, lanjut Arief, ke depan mengenai pembangunan ini rencananya akan diadakan pertemuan ulang. Namun, hasilnya seperti apa masih belum diketahui.

"Yang saya baca akan diadakan pertemuan yang hasilnya saya belum tahu itu," ujarnya.

Sebelumnya, Balai Besar KSDA Propinsi Jawa Timur tengah melakukan pengerjaan bangunan di puncak Gunung Kawah Ijen. Bangunan tersebut merupakan penambahan fasilitas umum berupa pendapa perapian, mushola, toilit dan pagar pengaman.

Namun, belakangan beberapa warga baik traveler, pecinta lingkungan memprotes bangunan tersebut karena dinilai tak ramah dan merusak lingkungan. Terlebih, pembangunan fasilitas yang menelan dana Rp 5 miliar itu, disinyalir dilakukan diluar koordinasi pemerintah daerah, baik Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. [air/rin]

Tag : kawah ijen

Komentar

?>