Rabu, 22 Nopember 2017

Layang-layang Gurita dan Nenek Sihir Ramaikan MBF

Sabtu, 11 Nopember 2017 15:07:16 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Layang-layang Gurita dan Nenek Sihir Ramaikan MBF

Malang (beritajatim.com) - Semarak Malang Beach Festival (MBF) ditandai dengan Lomba Layang-Layang di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu (11/11/2017) siang ini.

Hadir membuka Lomba Layang-Layang Bupati Malang, Rendra Kresna, dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kabupaten Malang Ke-1257.

“Selamat datang dan selamat mengikuti lomba layang-layang bagi seluruh peserta baik tingkat lokal dan mancanegara,” terang Rendra.

Moch.Anwar, Ketua Panitia Lomba Layang-Layang menjelaskan, jumlah peserta 150 orang. Selain dari Malang Raya, Surabaya, Jakarta, juga diikuti peserta dari Negara Malaysia, Polandia dan Swedia.

“Peserta 150 orang, yang kita lombakan dari desain layang-layang dan saat diterbangkan,” ujarnya.

Tim Juri akan menilai kelaikan layang-layang saat pertama kali dibentangkan dan di terbangkan.
Sementara itu, Norzarisah, peserta eksebisi Layang-Layang dari Johor, Malaysia mengaku senang bisa mengikuti lomba layang-layang di Pantai Balekambang, Malang.

“Ini baru pertama kami ikut lomba layang-layang di Malang. Seronok sekali kita,” aku Kak Roz, panggilan akrab Norzarisah.

Menurutnya, ia sudah mengikuti sejumlah eksebisi layang-layang di sejumlah negara. Antara lain di India, Thailand dan Swedia. “Kalau di Malaysia biasanya kita pakai tanah lapang, tidak di pantai. Tapi disini bagus, meski ada banyak pohon tapi anginya cukup kencang untuk menaikkan layang-layang,” tuturnya.

Kak Roz mengaku suka dengan mengikuti eksebisi layang-layang di Malang. “Suka sekali disini, orang Indonesia ramah dan baik. Makananya juga enak,” paparnya.

Terpisah, Bagus, salah satu peserta eksebisi Layang-Layang Internasional menambahkan, satu layang-layang para peserta seharga Rp.25 juta hingga ratusan juta rupiah.

“Saya bawa layang-layang bentuk gurita. Ini bahanya seperti parasut terjun payung, sangat tipis. Harganya cukup mahal,” terang Bagus asal Surabaya.

Masih menurut Bagus, secara keseluruhan, angin di Pantai Balekambang cukup baik untuk menerbangkan layang-layang. Hanya saja, masih terdapat pohon tinggi dan juga tower. Sehingga, peserta harus hati-hati saat menerbangkan layang-layang agar tidak tersangkut pohon.

“Kalau anginnya cukup bagus, Cuma lokasinya kurang luas. Karena tempatnya terbatas, sehingga layang-layang dengan bentuk besar, tidak bisa diterbangkan, butuh luas yang memadai. Kondisi di pasir pantai sangat bagus untuk layang-layang, karena jika jatuh tidak merusak layang-layang,” pungkasnya.

Selain naga, bentuk layang-layang cukup besar adalah gurita, ikan hiu, ikan pari, garuda, ikan nemo, kuda, hingga layang-layang berbentuk Kanjeng Ratu Kidul hingga Nenek sihir milik peserta dari Polandia. [yog/but]

Komentar

?>