Rabu, 22 Nopember 2017

Gemerlap Banyuwangi Ethno Carnival: Majestic Ijen

Selasa, 07 Nopember 2017 19:34:13 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Gemerlap Banyuwangi Ethno Carnival: Majestic Ijen

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pegelaran parade busana etnik berbalut Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) kembali digelar. Tahun ini, karnaval mengangkat tema kearifan lokal bertajuk Majestic Ijen.

kreasi 160 busana bakal mewarnai gelaran karnaval akbar tahunan di Bumi Blambangan ini. Dari jumlah busana itu terbagi tiga tema, yaitu Api Biru (blue fire), belerang, dan landscape.

Tema api biru mewakili fenomena blue fire yang dimiliki oleh Gunung Ijen. Blue fire selama ini menarik perhatian ratusan ribu wisatawan yang datang ke Gunung Ijen setiap tahunnya. 

Pada tema Api Biru ini, desain kostum akan didominasi warna biru. Tambah ini kala hiasan ornamen yang menggambarkan nyala api berwarna biru melengkapi penggambaran salah satu indahnya keajaiban alam itu.

Selanjutnya tema belerang, menggambarkan Ijen yang memproduksi gas sulfur sebagai pembentuk belerang. Sementara tema Landscape mewakili pesona Ijen lainnya berupa lereng perbukitan maupun tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar pegunungan tersebut. Warna busana yang ditampilkan pun akan lebih berwarna.

”BEC mungkin secara kasat mata hampir sama dengan karnaval yang diselenggarakan di berbagai daerah. Namun kami mempunyai ciri tersendiri yang menjadi pesonanya, yakni tema busana yang kami tampilkan selalu menyajikan kekayaan tradisi dan budaya lokal. Inilah yang membuat kami berbeda,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (7/11/2017)

Selain itu, yang membuat BEC berbeda, lanjut Anas, musik pengiring BEC diaransemen khusus oleh seniman Banyuwangi dengan menyesuaikan tema yang diangkat.

“BEC adalah sarana bagi seniman dan budayawan Banyuwangi untuk menyajikan karya terbaiknya yang alhamdulillah selama ini terus mendapat apresiaasi positif dari para pengunjung dan wisatawan,” papar Anas.

BEC, lanjut Anas, juga menjadi ajang konsolidasi budaya, dan instrumen menumbuhkan semangat gotong royong dari semua pihak yang terlibat. Mulai budayawan, seniman, peserta dari seluruh penjuru Banyuwangi, TNI, Polri, hingga masyarakat umum.

"Semuanya memiliki peran yang sama pentingnya. Jadi ini bukan semata-mata ajang promosi,” pungkas Anas.

Sementara itu, sejak digelar mulai 2011 lalu, BEC selalu mengeksplorasi kebudayaan lokal, Tari Gandrung, ritual Kebo-keboan, tradisi pernikahan masyarakat Suku Using, hingga seni Barong Kemiren.

Tahun ini tema yang diangkat adalah keagungan Gunung Ijen, Majestic Ijen. Adikarya gemerlap karnaval busana ini bakal dihelat 11 November 2017. [rin/but]

Komentar

?>