Senin, 20 Nopember 2017

Pagelaran Wayang Kulit, Cara Semen Gresik Ikut Lestarikan Budaya

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:54:03 WIB
Reporter : M Muthohar
Pagelaran Wayang Kulit, Cara Semen Gresik Ikut Lestarikan Budaya

Tuban (beritajatim.com) - Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-60, PT Semen Gresik pabrik Tuban, kembali mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang berlangsung di pelataran parkir Perumahan Dinas (Perumdin) PT Semen Gresik di Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jumat (20/10/2017) malam.

Pagelaran wayang kulit kalit ini menghadirkan dalang Ki Sigit Arianto dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pentas wayang kulit merupakan salah satu bentuk perhatian dari perusahaan semen tersebut dalam menjaga keberadaan wayang kulit yang mulai tergerus zaman.

"Kegiatan pagelaran wayang kulit dalam rangka HUT Semen Gresik sudah beberapa kali diadakan di Tuban. Bahkan hampir setiap tahun selalu ada," terang Ginarko Isnubroto, Direktur Keuangan PT Semen Gresik saat membuka acara.

Pagelaran wayang kulit yang berlangsung semalam suntuk itu mengambil lakon 'Kelahiran Wisanggeni' yang merupakan salah satu tokoh cerita yang kelahirannya banyak ditentang. Penampilan Ki Sigit mampu menyedot ribuan warga. Mereka larut hingga selesainya acara.

Dalam kesempatan tersebut, Ginarko juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu peran dari Semen Gresik untuk menjaga kelestarian keberadaan wayang kulit. Pasalnya selama ini kesenaian tradisioanal itu banyak ditinggalkan.

"Ini merupakan salah satu peran dari SG untuk tetap melestarikan budaya leluhur. Saya lihat ini cukup diminati dan banyak warga yang hadir, termasuk ada juga anak-anak," ungkap Ginarko dalam kesempatan itu.

Dengan adanya pagelaran wayang kulit itu diharapkan menjadi hiburan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Tuban. Selain itu juga pesan luhur yang terdapat dalam cerita pewayangan tersebut bisa menjadi contoh yang baik dan diterapkan dalam kehidupan. [mut/suf]

Komentar

?>