Selasa, 21 Nopember 2017

Kreasi Ibu-ibu Kota Mojokerto

Limbah Disulap Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Kamis, 19 Oktober 2017 09:21:38 WIB
Reporter : Misti P.
Limbah Disulap Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Mojokerto (beritajatim.com) - Sekelompok ibu-ibu di Kota Mojokerto yang tergabung dalam anggota Bank Sampah memanfaatkan limbah sampah rumah tangga. Limbah tersebut disulap menjadi berbagai barang dengan nilai ekonomis.

Limbah rumah tangga seperti koran bekas, kantong plastik, baskom, gelas plastik dan beberapa barang lainnya dibuat berbagai produk yang tak kalah dengan buatan pabrik. Mulai dari tempat tisu, lampion, toples hingga tempat minum cantik.

Salah satu anggota bank Sampah Induk TPA Randegan, Wulandari (43) mengatakan, limbah sampah yang dimanfaatkan tersebut berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan maupun bank sampah cabang. "Di Kota Mojokerto, ada 104 bank sampah cabang," ungkapnya, Kamis (19/10/2017).

Sebanyak 104 bank sampah cabang tersebut tersebar di tiga kecamatan yakni Magersari, Kranggan dan Prajuritkulon. Untuk membuat barang dengan nilai ekonomis tersebut, anggota biasanya berkumpul di TPA Randengan yang ada di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.

"Tapi tidak harus dibuat di sini, terkadang juga buat di rumah masing-masing. Dari beberapa jenis limbah sampah, yang paling sulit membuat barang dari bahan baku gelas plastik karena ada satu metode yang sangat diperhatikan. Yakni melilit ring mony atau gelang gelas plastik," katanya.

Menurutnya, jika tidak rapi dalam pengerjaannya maka hasilnya kurang bagus. Tarikan dan kerapian juga harus diperhatikan sehingga menghasilkan barang yang diinginkan. Anggota juga mendapatkan pendampingan dan bimbingan, sebelum mereka membuat sendiri.

"Tujuannya agar hasilnya bagus dan mempunyai nilai ekonomis, karena kami juga mengedukasi masyarakat jika sampah itu bisa menghasilkan uang jika dimanfaatkan dengan baik. Barang yang dihasilkan dari anggota Bank Sampah dibandrol mulai dari Rp25 ribu hingga ratusan ribu," ujarnya. 

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Induk TPA Randegan, Riani menambahkan, jika dari beberapa jenis limbah sampah yang banyak dimanfaatkan yakni sampah plastik. "Karena limbah plastik lebih banyak didapatkan di TPA. Selain itu, ampah plastik tidak dapat diurai dengan tujuan meminimalisir menumpuknya limbah plastik," jelasnya.

Saat ini produk yang dihasilkan anggota Bank Sampah sering ikut dalam sejumlah bazar maupun pameran dan setiap anggota menjual di media sosial (medsos) masing-masing. Bahkan, mereka pernah mememuhi pesanan souvenir pernikahan sebanyak 1.000 dari limbah plastik. [tin/suf]

Tag : kerajinan

Komentar

?>