Jum'at, 15 Desember 2017

Suroan, Warga Kirab Gunungan ke Punden, Lalu Diperebutkan

Kamis, 12 Oktober 2017 18:46:17 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Suroan, Warga Kirab Gunungan ke Punden, Lalu Diperebutkan

Kediri (beritajatim.com) - Memperingati bulan suro dalam penanggalan Jawa dilakukan oleh masyarakat di Kediri. Ratusan warga rela berdesakan ikut berebut sesaji gunungan hasil bumi. Warga percaya jika gunungan tersebut dapat mendatangkan berkah tersendiri.
 
Sedikitarnya 700 masyarakat Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri yang terlibat dalam tradisi kirab sesaji gunungan hasil bumi ini. Mereka mengarak tumpeng sesaji dari rumah Kepala Desa ke punden Eyang Suko, sesepuh desa. Dalam kirab tersebut terdapat seribu tumpeng kecil dan sebuah pusaka peninggalan.
 
Usai ritual di pusara sesepuh desa, selanjutnya tumpeng buah-buahan dan hasil bumi kemudian diperebutkan oleh warga. Mereka percaya jika mendapatkan sebagian isi dari tumpeng gunungan tersebut, bisa mendatangkan berkah tersendiri, dan senantiasa diberi kesehatan oleh yang maha kuasa.
 
Menurut Jati Utomo, selaku panitia, kirab tradisi tahunan ini sebagai upaya melestarikan budaya. Menurut cerita dari nenek moyang mereka, selalu menggelar tasyakuran di punden sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan karena sudah diberikan nikmat berupa hasil bumi yang melimpah, sehingga masyarakat terus melestrikan budaya tersebut.
 
“Dari dahulu masyarakat disini selalu melaksanakan upacara tasyakuran seperti ini di punden ini. Ini sebagai bentuk syukur kepada Tuhan yang sudah memberikan banyak kenikmatan,” ujar Jati Utomo, Kamis (12/10/2017).
 
Sementara itu, menurut Tumijah, salah seorang warga. Ia rela turut berebut gunungan dan makanan berkat supaya mendapatkan barokah, keberuntungan , serta kesehatan.
 
Dalam rangakaian ritual yang dilaksanakan setiap tahun tersebut, selain melakukan kirab sesaji hasil bumi warga juga mengelar tradisi tari tayub dan jaranan. [nng/but]

Tag : tradisi

Komentar

?>