Selasa, 24 Oktober 2017

Keren, Banyuwangi Bakal Jadi Tuan Rumah AFI 2017

Rabu, 11 Oktober 2017 20:03:00 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Keren, Banyuwangi Bakal Jadi Tuan Rumah AFI 2017

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pegiat film Indonesia melakukan kunjungan ke Banyuwangi. Mereka adalah Slamet Rahardjo Tio Pakusadewo, dan Niniek L Karim. Ketiganya mendapat sambutan hangat dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Dalam perbincangan hangat di balai belakang pendopo tercurah suatu niat dari pentolan film tanah air itu untuk meminjam tempat di Banyuwangi. Tidak lain untuk ajang enganugerahan film tingkat nasional, Apresiasi Film Indonesia (AFI) yang rencananya dihelat November 2017 mendatang.

“Kami mendapat usulan dari asosiasi-asosiasi penggiat film, untuk menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah dari penyelanggaraan AFI,” terang Slamet Rahardjo dalam sambutannya, Rabu (11/10/2017).

Menurutnya, Banyuwangi dengan segala perkembangannya saat ini, menarik para pegiat film di Indonesia datang. Terlebih, dipilihanya kabupaten di ujung Timur Jawa ini, lantaran saat ini tengah menjadi primadona di kancah nasional.

"Biasanya daerah-daerah mengajukan diri sebagai tuan rumah. Namun pihak Pusbang Kemendikbud tidak bisa serta merta mengabulkan permintaan daerah untuk menjadi tuan rumah. Namun, untuk Banyuwangi ini spesial. Tidak mengajukan diri, tetapi justru dipilih jadi tuan rumah AFI," ungkap Niniek L Karim menyambung kata Selamet Rahardjo.

Hal senada juga disampaikan oleh Tio Pakusadewo. Artis papan atas ini, melihat perkembangan Banyuwangi saat ini, memang layak untuk terus dieksplorasi. Terutama dalam dunia perfilman.

“Dulu saat saya syuting disini lebih 25 tahun yang lalu (Cinta Dalam Sepotong Roti-red), Banyuwangi tak sebersih ini. Perkembangannya sangat pesat. Wisatanya juga berkembang. Ini menarik untuk menjadi lokasi pembuatan film,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Anas menyambut dengan senang kehadiran para pegiat film kenamaan tanah air tersebut. Penyelenggaran AFI di Banyuwangi sinergis dengan program yang kini sedang dikembangkan oleh pemkab.

“Tiap tahun kami menggelar kompetisi film pendek tentang potensi desa. Ini sebagai upaya mengeksplorasi potensi yang ada dengan mengajak masyarakat berkontribusi melalui pembuatan film. Karena di era digital saat ini, film merupakan salah satu media promosi daerah yang sangat efektif,” terangnya.

Anas mengharapkan diselenggarakannya AFI di Banyuwangi bisa memberikan dampak atau jejak yang bisa dirasakan masyarakat. Mengingat AFI akan diikuti oleh berbagai rangkaian acara, seperti workshop, seminar, kelas inspirasi, audisi dan lain sebagainya.

“Kami juga mengharapkan, acara ini tidak sekedar acara perfilman begitu saja. Tapi, juga memberikan dampak kepada masyarakat. Ada transfer knowledge dari para pegiat film yang top-top ini, kepada anak-anak muda di Banyuwangi yang memiliki minat dalam dunia film,” pungkas Anas.

AFI merupakan ajang perfilman yang digelar Pusat Pengembangan (Pusbang) Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. [rin/but]

Tag : film

Komentar

?>