Selasa, 24 Oktober 2017

PROFAUNA Dukung Pulau Sempu Tetap Jadi Cagar Alam

Senin, 09 Oktober 2017 13:00:05 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
PROFAUNA Dukung Pulau Sempu Tetap Jadi Cagar Alam

Malang (beritajatim.com) - PROFAUNA Indonesia mendukung surat edaran yang dikeluarkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur nomor SE 02/K.2/B/DTEK.2/KSA/9/2017 yang ditandatangani Kepala BBKSDA Jawa Timur, Ayu Dewi Utari.

Ketua PROFAUNA Indonesia, Rosek Nursahid, Senin, (09/10/2017) menjelaskan surat edaran itu merupakan penegasan tentang pelarangan wisata alam di Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang.
Penegasan itu tertuang dalam surat edaran BBKSDA Jawa Timur yang diterima oleh PROFAUNA Indonesia pada tanggal 7 Oktober 2017 lalu.

"Surat edaran itu penegasan kembali dari peraturan perundangan seperti Undang Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumer Dalam Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 17," ungkap Rosek.

Kata dia, surat edaran tertanggal 25 September 2017 itu ditegaskan bahwa Cagar alam Pulau Sempu tidak boleh untuk kegiatan wisata. Kegiatan yang diperbolehkan hanya terbatas untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, dan pendidikan.
Pemanfaatan lainnya yang diperbolehkan adalah untuk kepentingan konservasi seperti penyimpanan atau penyerapan karbon.

"Sehingga, konsekwensinya pulau sempu dikembalikan ke fungsinya sebagai cagar alam," terangnya.

Ditegaskan, apabila di lapangan masih ada praktek kegiatan wisata, maka harus ada tindakan hukum sebab pada Undang Undang ada aspek pidana.
Kata dia, kalau memasuki kawasan konservasi alam tanpa Surat Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) harus ada tindakan hukum.

Rosek berharap, Surat Edaran Kepala BBKSDA itu bisa mengakhiri polemik di dunia maya soal pemanfaatan Cagar Alam Pulau Sempu untuk kepentingan wisata.

Apalagi pemanfaatan kawasan konservasi alam itu sudah tegas diatur dalam PP nomor 28 tahun 2011 tentang Pengelolaan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

Apalagi, pelarangan kegiatan wisata alam dalam cagar alam itu juga sudah diatur dalam UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumer Dalam Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 17.

"Sebab itu kami menyambut baik keluarnya surat edaran dari BBKSDA Jatim itu, dan kami berharap operator wisata juga menghentikan penjualan paket wisata ke Cagar Alam Sempu," terang Rosek.

Namun, tegas Rosek, penerapan aturan pelarangan wisata ke Cagar Alam Pulau Sempu itu membutuhkan dukungan semua pihak. Selain operator wisata atau travel, pihak pemerintah daerah Kabupaten Malang juga harus mendukungnya.

"Pemerintah Daerah Kabupaten Malang juga harus turut mendukung peraturan soal Cagar Alam Pulau Sempu itu dengan tidak memperomosikan Cagar Alam Pulau Sempu sebagai destinasi wisata. Untuk wisata silahkan dikembangkan di pantai-pantai lain yang ada banyak di Malang Selatan. Penegak hukum juga harus aktif menjalankan amanat peraturan itu," urainya.

Untuk diketahui, Cagar Alam Pulau Sempu memiliki luas 877 Ha dan menyimpan kekayaan hayati yang tinggi. Berdasarkan pengamatan PROFAUNA Indonesia, di Pulau Sempu terdapat lebih dari 90 spesies burung. Diantaranya adalah jenis-jenis langka dan dilindungi seperti elang Jawa (Nisaetus bartelsi), elang hitam (Ictinaetus malayanesis), dan rangkong badak (Buceros rhinoceros).

Selain burung, Cagar Alam Pulau Sempu juga menjadi habitat bagi berbagai jenis mamalia yang dilindungi seperti lutung jawa (Trachypithecus auratus), jelarang (Ratufa Bicolor), kukang (Nyticebus sp) dan binturong (Arctictis binturong). Bahkan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang keberadaannya semakin langka itu juga ada di Pulau Sempu. (yog/ted)

Tag : pulau sempu

Komentar

?>