Sabtu, 21 Juli 2018

Lima Musisi Beda Genre Hentak Pecinta Musik Surabaya

Kamis, 28 September 2017 00:00:41 WIB
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Lima Musisi Beda Genre Hentak Pecinta Musik Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) - Para penikmat musik Surabaya terhipnotis oleh penampilan musisi papan atas Indonesia dengan aliran yang berbeda menjadi satu arassement baru “Boldxperience Hype Beat”, Rabu malam (27/9/2017), Di Grand City, Surabaya.

Hype Beat tak hanya menampilkan musisi beken yang membawakan hits-hits mereka di atas panggung. Konser ini juga tampil beda lewat aransemen musik, permainan audio visual multimedia dan lighting system yang canggih.

Dibuka dengan alunan suara merdu dari musisi Saxx In The City yang melantunkan alunan The Overture memulai menghentakkan para penonton yang masih terlihat canggung di bawah panggung. Tak lama suara khas serak Ipang menyanyikan lagu Happy milik Pharrel William mulai menghentakkan riuh penonton untuk bernyanyi.

Lanjut berduet dengan Vicky Mono, teriakkan para penonton semakin kencang ketika mereka menyanyikan lagu Dont Look Back In Anger and Wonderwall milik Oais, lalu berlanjut kalaborasi antara Vicky Mono, Sandy Sandoro, Rini Wulandari dan Jevin Julian.

Beberapa lagu akan mereka nyanyikan dengan aransement berbeda dengan aslinya diantaranya Rolling Deep, Yang Terlupakan, Im Not The Only One, Starboy, Buktikan padaku, Live DJ That I Like, Fire, Crawling, Tiga Titik Hitam, Aku Cinta Kau dan Dia, Ridioactive, Ada Yang Hilang, Malam Biru, Sugar, Inikah Cinta, JAP, Come Together and Amerika Woman.

Ipang Lazuardi, yang diplot menjadi salah satu bintang utama dalam konser musik lintas genre mengaku  penampilannya kali ini diluar kebiasaannya. Ia tampil dalam sebuah aransemen baru yang tak pernah dimainkan.

"Yang jelas manggung di Hypo Beat ini pengalaman baru buat saya. Di luar kebiasaaan saya bermusik, karena aranseman yang beda banget. Bahkan ada beberapa lagu yang nggak pernah kepikiran buat saya nyanyikan, tapi di sini saya bawakan," ungkap Ipang.

Begitu juga Sandy Sandhoro sangat antusias dengan aransemen yang bernuansa elektronik. "Semangatnya sudah terasa sejak awal karena konser ini yang fresh. Musik adalah bahasa universal dimana bisa sinergi dengan semua elemen yang terlibat," katanya. [way/suf]

Tag : musik

Komentar

?>