Jum'at, 20 Oktober 2017

Cagar Alam Pulau Sempu Turun Status, Ini Kata Pro Fauna

Rabu, 06 September 2017 14:22:17 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Cagar Alam Pulau Sempu Turun Status, Ini Kata Pro Fauna

Malang (beritajatim.com) - Dalam beberapa hari terakhir tagline di lini massa ramai tertulis kata “SAVE SEMPU”. Itu setelah tersiar kabar wacanan penurunan status Cagar Alam Pulau Sempu di Kabupaten Malang, menjadi Taman Wisata Alam (TWA).

Menanggapi hal ini, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam hal lingkungan hidup, Pro Fauna Indonesia memandang penurunan status Cagar Alam Pulau sempu sebuah ancaman serius bagi kelestarian satwa liar dan flora di tempat itu.

“Penurunan status itu sebagai ancaman serius bagi kelestarian flora dan fauna serta satwa liar di Pulau Sempu. Dengan status yang lemah, tentu kegiatan ekonomi dan wisata di pulau sempu makin tidak terkontrol. Ini Ancaman serius bagi kelestarian cagar alam,” tegas Ketua Pro Fauna Indonesia, Rosek Nursahid, Rabu (6/9/2017).

Pulau Sempu berada di Laut Selatan Malang. Lokasinya, masuk Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Menurut Rosek, Profauna mencatat ada 90 jenis spesies burung di Pulau Sempu, juga spesies langka lain yang dilindungi, seperti seperti elang Jawa (Nisaetus bartelsi), elang hitam (Ictinaetus malayanesis), dan rangkong badak (Buceros rhinoceros).

Dalam kawasan Pulau Sempu, juga ditemukan berbagai jenis mamalia yang dilindungi seperti lutung jawa (Trachypithecus auratus), jelarang (Ratufa Bicolor), kukang (Nyticebus sp) dan binturong (Arctictis binturong). Bahkan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang keberadaannya semakin langka.

"Pro Fauna akan melakukan advokasi dan menggalang dukungan publik untuk menolak penurunan status itu. Bagi kami aneh kenapa penurunan status terus digulirkan dari pemerintah, ini kesekian kali. Padahal, kita saja mempertahankan status Cagar Alam Pulau Sempu," terangnya.

Rosek melanjutkan, sebagian Pulau Sempu dieksploitasi untuk kegiatan wisata. Akan tetapi, eksploitasi tersebut harusnya bukan malah menjadi pembenaran dengan menggulirkan wacana menurunkan status dari Cagar Alam menjadi Taman Wisata Alam.

"Seharusnya eksploitasi itu dijadikan tantangan bagi Pemerintah untuk mempertahankan status Cagar Alam.  Kan bisa dibuat zona pemanfaatan yang berada di luar Pulau Sempu dan dikembangkan untuk wisata. Langkah ini yang belum dilakukan oleh Pemkab Malang dan Pemerintah Pusat," urai Rosek.

Pro Faunan mencatat,  kawasan Cagar Alam Pulau Sempu ditetapkan sejak zaman pemerintahan Belanda berdasarkan SK. GB No. 46 Stbl. 1928 No. 69 tahun 1928 dengan luas 877 Ha. Ditetapkan sebagai cagar alam karena memiliki keunikan alam dan kekayaan hayati.Status Pulau Sempu adalah cagar alam yang menurut UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Aturan Cagar Alam Pulau Sempu sudah jelas, yaitu harus steril dari kegiatan manusia. Kecuali untuk kegiatan penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan serta kegiatan Konservasi. Jika Pemerintah ngotot untuk diturunkan statusnya, kami patut menduga ada kepentingan bisnis dengan mengorbankan Cagar Alam," tegasnya.

Rosek menambahkan, ekosistem di Pulau Sempu sangat lengkap. Terdapat pula ekosistem hutan bakau, hutan pantai, hutan hujan dataran rendah, dan danau, sehingga menjadi miniatur yang bagus untuk belajar tentang alam. Penurunan status dari cagar alam menjadi taman wisata alam itu bukan hanya akan mengancam kelestarian spesies langka yang ada di Pulau sempu, tetapi juga merupakan langkah mundur dalam konservasi alam Indonesia.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Budi Iswoyo mengaku masih belum menerima pemberitahuan dari Pemerintah Pusat terkait wacana penurunan status Cagar Alam tersebut.

"Kalaupun ada wacana penurunan status tentu harus dilakukan kajian terlebih dahulu dari beberapa hal. Harus ada penyesuaian tata ruang dan lainnya," pungkasnya. [yog/but]

Tag : wisata malang

Komentar

?>