Rabu, 20 September 2017

Orang Kembar se-Banyuwangi Kumpul, Begini Jadinya

Jum'at, 25 Agustus 2017 15:26:34 WIB
Reporter : Rindi Suwito
  • Orang Kembar se-Banyuwangi Kumpul, Begini Jadinya
  • Orang Kembar se-Banyuwangi Kumpul, Begini Jadinya

Banyuwangi (beritajatim.com) – Unik cara yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ini. Demi menggalakan potensi daerah, pemerintah di ujung timur Pulau Jawa ini terus berinovasi mengambil strategi yang cukup menarik.

Tidak hanya menunjukkan sisi atrkasi seni budaya, sport dan religi, tapi sisi entertain yang berbeda dicoba untuk ditampilkan. Meskipun demikian, pemkab tetap tak mengalihkan perhatian dalam mengemasnya dalam sebuah event festival.

Dan, kali ini mereka menunjukkan pada warganya dan daerah laih sebuah pagelaran yang dinilai unik. Yakni, mengumpulkan warganya tapi dalam bingkai berbeda. Mereka yang terpilih adalah orang yang memiliki saudara identik dan lahir bersamaan alias kembar. Sehingga dinamakan Festival Kembar Banyuwangi.

Sebanyak 350 orang pasang kembar berkumpul bersama di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi. Mereka menunjukkan diri sebagai pasangan yang identik satu sama lain. Sementara apa jadinya saat mereka berkumpul dan apa yang dilakukan mereka? Ini jawabnya.

Rasa takjub dan tak percaya terpancar dari wajah mereka. Sementara mereka pun mengakui hal itu. Tak sedikit mereka menilai ini sebuah momen yang sangat membahagiakan sekaligus sejarah bagi mereka.

"Di Banyuwangi itu juga banyak orang kembarnya ternyata. Pemdangan ini tak biasa, ternyata ketemu dengan orang kembar itu lucu. Mereka pasti melihat kami juga seperti itu," ungkap anak kembar Nurul Yaqin dan Ainul Yaqin ini, Jum'at (25/8/2017).

Jumlah 350 pasang itu tak sedikit, tapi sebenarnya ada pasangan lain yang hari ini tidak bisa hadir. Tercatat ada 700 bahkan 1400 an orang yang bersaudara kembar di Banyuwangi.

Seperti pasangan kembar asal Desa Kaotan, Kecamatan Blimbingsari ini. Mereka adalah Amnah dan Amrah. Usianya sudah 84 tahun, mereka menjadi pasangan kembar paling tua dalam festival kembar kali ini.

Seakan memang tercipta untuk selalu berdua. Meski mereka telah termakan usia, tapi kecintaan pada keduanya tetap terjaga. Bahkan, saat mereka telah memiliki keluarga masing-masing.

"Omah kulo parek, saben dino bareng, nang endi-endi ya bareng. (rumahku berdekatan, setiap hari bersama, kemanapun juga bersama," ucap Amnah kakak Amrah dengan logat bahas Using kental.

kehidupan keduanya nyaris sama, namun perbedaan paling telihat pada sisi keluarganya. Amnah, memiliki lima anak, 18 cucu dan 20 cicit. Sedangnkan adiknya, Amrah tak memiliki keturunan satupun.

"Saben dino bareng, tapi kadung turu ambi masak ya dewek-dewek. Rukun sing tahu cungkrah. (setiap hari bersama, tapi kalau tidur dan masak ya sendiri-sendiri. Hidup rukun tidak pernah bertengkar," terangnya.

Sebagai pasangan kembar tertua, dia dan saudara kembarnya mendapatkan hadiah berupa uang tunai dari panitia. "Alhamdulillah, kulo seneng. Hadiahe ajenge kula damel kirim doa bapakke (Alhamdulillah, saya senang. Hadiahnya mau dipakai untuk selamatan almarhum suami saya," kata Umrah.

Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Agus Siswanto yang membuka acara ini mengatakan Festival Kembar ini sengaja digelar untuk memberi warna dalam rangkaian Banyuwangi Festival.

“Selama ini kan sudah biasa ada festival seni, budaya ataupun religi. Nah lewat festival ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ingin memberikan warna yang unik dan menarik bagi masyarakat. Ini karena Pak Anas melihat ada ratusan orang kembar di Banyuwangi, sehingga tercetus acara ini,” kata Agus.

Tak hanya itu, Agus mengaku, pihaknya juga memberikan reward bagi orang kembar ini. Yakni, berupa kemudahan untuk pengurusan administrasi kependudukan.

"Ini juga inisiasi Dinas Kependudukan dan Dinas Kesehatan, jadi bagi mereka mungkin yang belum mendapat surat-surat kependudukan kita akan layani lebih cepat dan gratis. Selain itu juga kita berikan layanan kesehatan terpadu," ungkap Agus.

Ke depan, imbuh Agus, festival ini akan menjadi potensi pariwisata baru bagi Banyuwangi. Dengan gelaran ini pasangan kembar dari berbagai nusantara pasti akan tertarik untuk daang ke Banyuwangi. “Festival kembar ini kan tidak dibatasi dari mana asalnya, sehingga punya peluang untuk menarik pasangan kembar dari manapun, termasuk luar negeri tertarik mengikuti festival kembar,” pungkasnya. [rin/but]

Komentar

?>