Rabu, 23 Agustus 2017

Nyala Terakhir Tahun 90-an, Kini Lentera Ledok Hidup Kembali

Sabtu, 12 Agustus 2017 22:16:53 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Nyala Terakhir Tahun 90-an, Kini Lentera Ledok Hidup Kembali

Bojonegoro (beritajatim.com) - Setelah sekian lama mati, tradisi pawai lampion warga Desa Ledok Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro akhirnya hidup kembali. Pawai lampion pernah hadir setiap tahun layaknya karnaval pada era 1990-an.

Jeda waktu kematian pawai lampion itu membuat warga Ledok Kulon rindu. Kemudian menjadi bahan pembicaraan. Mereka ingin kembali pada meriahnya masa lalu. Hingga terciptalah kembali pawai lampion. Terbukti, dari kegiatan tersebut antusias peserta maupun penonton sangat tinggi.

Sejak sore, warga yang ingin menyaksikan pawai lampion sudah memadati ruas jalan yang akan dilalui peserta. Pawai dilakukan di seputaran kota dan jalan protokol. "Ada sebanyak 26 kelompok peserta yang ikut," ujar salah satu panitia pawai lampion, Kjorij Zaenal Asrori, Sabtu (12/8/2017).

Kegiatan pawai lampion itu dikemas dalam bentuk Lentera Lampion Jonegaran. Satu persatu peserta pawai lampion berjalan menyusuri rute tengah kota. Pawai dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Peserta membuat tema beragam. Ada yang mengangkat tema jaman perjuangan, cerita rakyat, juga tema yang lebih modern.

Ketua panitia lentera lampion, Faris menyebutkan bahwa pawai lampion ini merupakan tahun pertama setelah hilang. Berawal dari kerinduan terhadap pawai lampion dan lainnya, maka kelompok yang menamakan pemuda Ledok ini akhirnya mengadakan pawai lampion yang terbuka untuk umum.

Peserta yang telah mendaftar keikutsertaan tidak hanya komunitas, tetapi juga instansi pemerintah kabupaten seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. "Kami tidak membatasi kreatifitas para peserta, sehingga para peserta bisa berimajinasi dengan tema terserah mereka," tukasnya.

Rute pawai lampion ini mulai start dari Jl Letda Suraji - MH Tamrin - Panglima Sudirman - Jalan Hasanudin - Jalan Mastrip - Jalan Hasyim Asyari - Jalan KH Mansyur. Jarak tempuhnya, menurut Faris, sekitar tiga sampai empat kilometer. Pawai dimulai pukul 19.00 WIB sehingga masyarakt bisa dengan leluasa melihat keindahan lampion. "Kami juga telah meminta izin agar lampu PJU dimatikan," pungkasnya. [lus/suf]

Komentar

?>