Kamis, 14 Desember 2017

Jambore ABK Melatih Kreatif dan Mandiri

Jum'at, 11 Agustus 2017 21:23:28 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Jambore ABK Melatih Kreatif dan Mandiri

Malang (beritajatim.com) - Para penyandang disabilitas atau difabel di Kabupaten Malang mengadakan jambore Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa).

Sebanyak 75 anak dari 10 lembaga diwilayah ini,  mengikuti Jambore Perjusa selama dua hari, yakni pada 11-12 Agustus 2017 di depan Sekolah Luar Biasa (SLB) Darma Wanita 01 jalan Kendalpayak,  Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Ketua Pelaksana Jambore Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Bagus Susilo, Jumat (11/8/2017) mengatakan kegiatangan jambore ini di ikuti 10 lembaga Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Malang.

Tujuan digelarnya Jambore ABK, untuk melatih kemandirian dan kreativitas siswa, melalui model pembelajaran di luar sekolah yang menyenangkan bagi peserta didik.

“Jambore diiukuti oleh 13 regu, masing-masing regu terdiri dari lima sampai  tujuh peserta, yang berasal dari 10 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Malang dengan berbagai jenis disabilitas, di antaranya difabel tuli, netra, autis, daksa dan mental retardasi,” ungkap Bagus.

Selain itu, lanjut Bagus, jambore ini selain dapat mengasah kepekaan peserta didik menghadapi bebagai situasi, juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan kompetensi diri, serta menjadi individu yang berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, apresiasif terhadap seni dan budaya, terampil, tangkas, serta penuh percaya diri.

"Jambore ini sebagai kegiatan untuk melatih siswa berkebutuhan khusus guna belajar pancasila, NKRI, rmengenal lingkungan dan macam- macam," pungkas Bagus.

Jambore Perjusa ini, tambah Bagus, baru pertama kali diadakan di Kebupaten Malang. Karena para penyadang Disabilitas ini memiliki potensi yang sangat besar.

"Kegiatan ini memang baru di lakukan, namun nantinya akam menjadi kegiatan rutin tahunan," kata Bagus.

Jambore Perjusa dibuka dengan lantunan musik gamelan yang mengiringi penari dari Peserta Jambore yang menyandang difabel tuna rungu bernama Anggita, dari SLB PGRI Sumberpucung dengan membawakan tari Topeng Malangan 'Beskalan Patih Senggreng'.

Meski tidak bisa mendengar musik gamelan yang mengiringi tarian tersebut, namun penari terlihat gemulai tariannya. Anggita mengaku senang ikut dalam acara jambore tersebut. (yog/ted)Jambore ABK Melatih Kreatif dan Mandiri

Malang (beritajatim.com) - Para penyandang disabilitas atau difabel di Kabupaten Malang mengadakan jambore Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa).

Sebanyak 75 anak dari 10 lembaga diwilayah ini,  mengikuti Jambore Perjusa selama dua hari, yakni pada 11-12 Agustus 2017 di depan Sekolah Luar Biasa (SLB) Darma Wanita 01 jalan Kendalpayak,  Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Ketua Pelaksana Jambore Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Bagus Susilo, Jumat (11/8/2017) mengatakan kegiatangan jambore ini di ikuti 10 lembaga Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Malang.

Tujuan digelarnya Jambore ABK, untuk melatih kemandirian dan kreativitas siswa, melalui model pembelajaran di luar sekolah yang menyenangkan bagi peserta didik.

“Jambore diiukuti oleh 13 regu, masing-masing regu terdiri dari lima sampai  tujuh peserta, yang berasal dari 10 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Malang dengan berbagai jenis disabilitas, di antaranya difabel tuli, netra, autis, daksa dan mental retardasi,” ungkap Bagus.

Selain itu, lanjut Bagus, jambore ini selain dapat mengasah kepekaan peserta didik menghadapi bebagai situasi, juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan kompetensi diri, serta menjadi individu yang berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, apresiasif terhadap seni dan budaya, terampil, tangkas, serta penuh percaya diri.

"Jambore ini sebagai kegiatan untuk melatih siswa berkebutuhan khusus guna belajar pancasila, NKRI, rmengenal lingkungan dan macam- macam," pungkas Bagus.

Jambore Perjusa ini, tambah Bagus, baru pertama kali diadakan di Kebupaten Malang. Karena para penyadang Disabilitas ini memiliki potensi yang sangat besar.

"Kegiatan ini memang baru di lakukan, namun nantinya akam menjadi kegiatan rutin tahunan," kata Bagus.

Jambore Perjusa dibuka dengan lantunan musik gamelan yang mengiringi penari dari Peserta Jambore yang menyandang difabel tuna rungu bernama Anggita, dari SLB PGRI Sumberpucung dengan membawakan tari Topeng Malangan 'Beskalan Patih Senggreng'.

Meski tidak bisa mendengar musik gamelan yang mengiringi tarian tersebut, namun penari terlihat gemulai tariannya. Anggita mengaku senang ikut dalam acara jambore tersebut. (yog/ted)

Tag : jambore malang

Komentar

?>