Selasa, 26 September 2017

Galakkan Dolanan Tradisional, Agar Anak Tak Terjajah Gadget

Minggu, 06 Agustus 2017 18:37:04 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Galakkan Dolanan Tradisional, Agar Anak Tak Terjajah Gadget

Sidoarjo (beritajatim.com) – Semangat Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia tahun 2017 ini, membuat Pengurus RT 23 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo turut bersemangat untuk menginisiasi pembuatan arena dan sarana permainan tradisional dengan aktifitas fisik bagi anak-anak di lingkungannya.

Meski tidak memiliki lahan khusus, namun arena permaianan tradisional dibuat di jalan blok paving yang berada di lingkungan rumah warga. Permainan tradisional itu seperti, gobak sodor, boi-boinan, berbagai jenis engklek (engklek kitiran, engklek pesawat, engklek rok, engklek gunung), permainan ular tangga, lapangan mini bulutangkis dan mini sepakbola.

Ketua RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan Sidoarjo, Edi Priyanto mengatakan, latar belakang pembuatan arena permainan tradisional diawali oleh keprihatinannya atas maraknya penggunaan gadget secara berlebihan pada anak-anak yang berdampak mengganggu konsentrasi belajar pada anak, disamping itu anak menjadi berkurang interaksi sosialnya.

Anak juga jadi malas bergerak untuk melakukan aktifitas dan olah fisik padahal anak-anak memiliki energy yang besar dan harus disalurkan dalam kegiatan atau bermain fisik. "Tak hanya membiasakan aktifitas fisik bagi anak namun juga sebagai sarana edukasi terhadap filosofi permainan tradisional tempo dulu yang belum tentu dikenal oleh masyarakat secara luas saat ini," ujar Edi.

Edi mencontohkan pada permainan gobak sodor, nilai yang diangkat adalah kebersamaan, kita tidak boleh putus asa, selalu ada pelung meski probabilitasnya kecil. Demikian halnya pada permainan engklek yang diartikan sebagai symbol usaha manusia untuk membangun tempat tinggalnya, dengan tetap memperhatikan aturan yang telah ditetapkan.

Pada permaianan boi-boinan terkandung nilai kerja keras dan kerja cerdas dengan tetap patuh pada aturan. Sedangkan permainan ular tangga menunjukkan nilai perbuatan baik dan pencerahan, seseorang akan mendapatkan keselamatan dengan berbuat baik terhadap sesama.

Dalam kegiatan jalan sehat bersama warga pada Minggu, 6 Agustus 2017 yang sekaligus dengan kegiatan launching permainan tradisional anak juga dihadiri oleh Kepala Kelurahan Sekardangan, Ketua RW 07, para Ketua RT serta seluruh warga RT 23 dilingkungan RW 07 Sekardangan.

Kepala Kelurahan Sekardangan, Achmad Djunaedy, SH turut mengapresiasi upaya dan inisiasi yang telah dilakukan oleh Pengurus RT 23 tersebut. "Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan juga oleh para Pengurus RT dan RW yang lain, sehingga memberikan kesempatan pada anak-anak untuk menikmati berbagai permainan tradisional sekaligus melakukan kegiatan positif untuk mengadakan aktifitas fisik outdoor," kata Achmad Djunaedy.

Achmad Djunaedy selanjutnya menyatakan bahwa terlebih dalam rangka memperingati Hari Jadi Kemerdekaan RI tahun 2017 ini bisa menjadi sebuah momentum yang bagus dalam penyelenggaraan berbagai lomba bernuansa tradisional, melakukan dekorasi dan hiasan dimasing-masing lingkungan RT dan RW serta melakukan kegiatan peningkatan kebersihan lingkungan serta penghijauan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua RW 07 Agus Eko Prijanto mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan para Pengurus RT diwilayah RW 07 untuk mengikuti jejak dan langkah seperti yang telah dilakukan oleh para Pengurus RT 23 dalam hal penyediaan fasilitas permainan tradisional.

"Tak hanya penyediaan permainan tradisional anak saja, namun saya juga minta untuk fasilitasi terhadap kegiatan karang taruna dan penggalakan kerja bakti untuk kebersihan serta penghijauan lingkungan masing-masing RT," ungkap Eko.

Eko selanjutnya mengatakan bahwa pihaknya saat ini juga sedang mendorong warga untuk melakukan penanaman tanaman obat keluarga (toga) serta melakukan penghijauan dengan tanaman perdu yang akarnya tidak merusak saluran air dan jalan. [rea/suf]

Komentar

?>