Rabu, 22 Nopember 2017

Ribuan Anak di Banyuwangi Bakal 'Memengan Bareng'

Sabtu, 22 Juli 2017 00:02:54 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ribuan Anak di Banyuwangi Bakal 'Memengan Bareng'

Banyuwangi (beritajatim.com) –  Sabtu (22/7/2017, akan ada festival memengan (mainan) tradisional dan Lalare Orkestra Concert dari anak-anak Banyuwangi. Kedua festival ini merupakan pesta bagi anak-anak di Bumi Blambangan ini untuk menunjukkan kreasinya. 

Mulai pagi, sebanyak 5.100 anak Banyuwangi akan mempertunjukkan permainan tradisional. Mereka bermain sambil berparade dari depan Kantor Pemkab menuju Taman Blambangan dengan aneka permainan jadul. Seperti dari egrang bambu, gasingan, gobag sodor, engklek, dakon, bintang aliyan, medi-median, balap karung, klompen panjang, tarik tambang hingga dagongan.

"Ini juga sebagai bentuk pendidikan karakter yang bagi anak, yang mengajak mereka belajar kebiasaan baik yang sesuai perkembangan usia anak. Lewat permainan tradisional, mereka akan banyak belajar mengasah kreativitas dan dilakukan secara berkelompok. Ini akan melatih mereka untuk menumbuhkan kebersamaan dalam kehidupannya, berbeda dengan permainan modern yang individualistis," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (21/7/2017).

Anas menambahkan selain mengajak anak-anak memainkan mainan tradisional, pihaknya juga ingin anak-anak cinta kesenian daerahnya. Salah satu upayanya adalah menggelar panggung bagi anak-anak, seperti lewat konser Lalare Orchestra. 

"Salah satunya adalah Lalare Concert. Hebatnya Lalare konser anak ini adalah grup ini terbentuk atas inisiatif mereka sendiri. Beragam festival dan tradisi yang digelar Banywuangi telah menjadi pendorong iklim berkesenian. Banyak anak berlatih di sanggar-sanggar seni yang akhirnya memunculkan bakat-bakat baru," jelas Anas.  

Kelompok musik Lalare Orchestra ini berhasil meraih penghargaan tingkat dunia dari Pasific Asia Travel Association (PATA) kategori heritage and culture pada 2016. Konser ini akan digelar Sabtu malam di gedung seni dan budaya (gesibu) pukul 19.00. Sebanyak 130 musikus cilik akan menampilkan perpaduan musik tradisional dan moderen sembari menampilkan seni teater.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiono menambahkan festival memengan tradisional ini akan diikuti pelajar SD–SMP se-Banyuwangi. Sambil mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi berwarna hitam-hitam, anak-anak akan memainkan beragam memengan tradisional.

"Festival mainan in akan dibuka dengan eksenian angklung caruk dan barong yang dibawakan oleh anak-anak. Di garis finish, penonton juga akan disuguhi kesenian tradisional jaranan dan janger anak-anak," pungkas Sulih. [rin/suf]

Komentar

?>