Selasa, 21 Nopember 2017

Kerapan Sapi Diharap Jadi Ajang Pesta Budaya Rakyat

Minggu, 16 Juli 2017 14:26:32 WIB
Reporter : Temmy P.
Kerapan Sapi Diharap Jadi Ajang Pesta Budaya Rakyat

Sumenep (beritajatim.com) - Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi berharap agar kegiatan lomba kerapan sapi di tahun-tahun berikutnya, mampu menjadi ajang pesta budaya rakyat.

"Kami dari pemerintah daerah berharap supaya saat digelar kerapan sapi, tidak hanya kerapan sapi saja. Tapi dikolaborasikan dengan kesenian dan budaya tradisional lain. Paguyuban pecinta kerapan sapi kan bisa bekerja sama dengan Dinas Pariwisata. Bisa diagendakan rutin setahun sekali sebagai pesta rakyat," kata Fauzi.

Saat tiba di Lapangan Giling, Wabup Ach. Fauzi dan Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma diarak naik 'jaran kencak' (kuda menari: red), diiringi musik saronen (musik tradisional Sumenep: red), dan puluhan penari mengenakan baju khas Sumenep.

"Ini penggabungan yang bagus. Kerapan sapi dengan 'jaran kencak' dan saronen. Mungkin lain waktu bisa ditambah dengan kesenian tradisional lainnya," ucap Fauzi.

Menurutnya, kerapan sapi merupakan budaya warisan nenek moyang yang harus terus dilestarikan keberadaannya. Karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi paguyuban pecinta sapi kerap yang telah menggelar lomba kerapan sapi se- Madura.

"Pelestarian berupa lomba-lomba kerapan sapi harus terus diupayakan agar masyarakat juga punya tontonan gratis budaya tradisional Madura," ujarnya.

Pada Minggu (16/07/2017),  Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Ach. Fauzi membuka Lomba Kerapan Sapi Tradisional Sumekar Cup se - Madura di Lapangan Kerapan Sapi Giling, Sumenep. Lomba tersebut diikuti 48 pasang sapi dari 4 kabupaten di Madura dan Probolinggo, memperebutkan hadiah berubah 6 unit mobil.

"Kami minta agar peserta berlomba dengan sportif. Tidak sekedar melihat hadiah yang disediakan panitia. Karema lomba kerapan sapi ini kan merupakan salah satu cara kita bersilaturahmi antar paguyuban," tandasnya. (tem/ted)

Tag : karapan sapi

Komentar

?>