Selasa, 16 Oktober 2018

Semarak 'Kampung Ramadan' di Kampung Lawas Maspati

Rabu, 31 Mei 2017 09:27:55 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Semarak 'Kampung Ramadan' di Kampung Lawas Maspati

Surabaya (beritajatim.com) - Sore menjelang Maghrib terlihat puluhan anak-anak dengan ceria bermain permainan jadul yang tersedia di sepanjang gang Kampung Lawas Maspati di wilayah Bubutan.

Rombongan anak-anak yatim tersebut memang sengaja datang ke Kampung Maspati untuk ngabuburit dan sekaligus mengikuti kegiatan buka puasa bersama. Empat puluh empat anak itu terdiri dari anak-anak yatim dan anak yang berasal dari keluarga dhuafa yang merupakan binaan dari Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI).

Mengawali kegiatan mereka bermain dolanan tradisional yang tersedia di sepanjang gang dan lanjut berkeliling kampung sambil dikenalkan tentang rumah serta bangunan bersejarah (heritage) yang menjadi saksi sejarah jaman perjuangan kemerdekaan kala itu, kemudian juga dikenalkan bank sampah, daur ulang sampah, penghijauan, unit pengolahan limbah air selokan (ipal).

Selanjutnya rombongan berkumpul di aula balai RW 08 Kampung Lawas Maspati untuk mendengarkan tausiah Ramadan sebelum melakukan buka puasa bersama. Rangkaian kegiatan itu merupakan salah satu paket “Kampung Ramadhan” Kampung Lawas Maspati dengan disediakan paket buka puasa dengan harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menu yang disajikanpun juga merupakan produk dari masyarakat Maspati, dimana mengedepankan unsur pemberdayaan masyarakat. Masyarakat dapat berbuka dengan suasana kampung lawas dengan paket harga dipathok mulai Rp. 16.000,00/pax include snack tradisional, makanan dan minuman untuk berbuka.

"Kalau biasanya kita sudah jemu untuk berbuka di caffe dan restoran, sekarang sudah tersedia suasana berbuka puasa yang berada di tengah-tengah perkampungan yang asri, bisa memilih lokasi untuk berbuka, seperti di rumah lawas ongko loro, rumah 1907 dan atau apabila jumlahnya banyak bisa menggunakan aula balai RW Maspati," Ujar Sabar Swastono yang merupakan Ketua RW 08 Maspati.

Dalam kesempatan penyelenggaraan kegiatan Kampung Ramadhan perdana, bertepatan tanggal 4 Ramadhan 1438H atau 30 Mei 2017, turut hadir mengikuti kegiatan Kapolsek Bubutan Kompol Dies Ferra, SIK yang juga diikuti oleh rombongan dari Babinsa setempat, juga para ketua RT, para Kader di Kampung Lawas Maspati. Kegiatan buka puasa bersama anak-anak yatim di Kampung Lawas Maspati tersebut menjadi program perdana dalam kegiatan "Kampung Ramadhan" di Kampung Lawas Maspati".

Edi Priyanto, salah satu pemrakarsa acara mengatakan bahwa dirinya sengaja mengajak anak-anak yatim untuk dikenalkan dolanan tempo dulu sekaligus bias merasakan permainannya, disamping juga dikenalkan secara langsung bangunan yang menjadi sejarah kala perjuangan kemerdekaan.

"Manfaat yang didapat tidak hanya akhirat tapi dunia juga ikut didapat, anak-anak yatim mendapatkan kesenangan dan ilmu yang bermanfaat, sekaligus berbuka puasa dengan menu asli maspati yang merupakan produk dari pemberdayaan masyarakat," jelas Edi.

Kampung Lawas Maspati selama ini dijadikan wisata bersejarah di Kota Surabaya dengan obyek melihat bangunan bersejarah, wisatawan dapat melihat kegiatan warga, seperti proses daur ulang sampah dan proses mengolah air limbah.

Para wisatawan juga dapat belajar membuat produk unggulan di kampung itu, seperti membuat sirup markisa atau minuman cincau dan juga mencoba berbagai permainan tempo dulu, seperti engklek, dakon, lompat tali.

Berdasarkan peta alur perjalanan wisata yang dimulai dari titik masuk dan keluar dengan dua alternatif yaitu Jalan Semarang dan Jalan Bubutan, dekat Monumen Tugu Pahlawan. Para wisatawan dapat menyusuri gang-gang di kampung itu yang tidak dapat dilalui mobil.

Yang menarik adalah program pemberdayaan warga dengan menjual menjual jasa pariwisata. Dampaknya jika banyak wisatawan yang datang, produk-produk buatan warga juga berpotensi laris. Namun, tak hanya itu, alasan utama adalah supaya bangunan bersejarah beserta kondisi kampung itu tetap terawat.

Kampung Lawas Maspati terdiri atas 6 rukun tetangga yang total dihuni 350 keluarga dengan 1.350 jiwa. Dua puluh persen warganya merupakan anak muda yang separuhnya butuh pekerjaan. Selama ini, sudah banyak tamu dari luar negeri yang datang ke Kampung Lawas Maspati seperti dari Belanda, Inggris, Perancis, China, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. [rea/suf]

Tag : ramadan

Komentar

?>