Minggu, 24 September 2017

Fashion Glamour Jadi Pilihan Fashionabel Surabaya

Minggu, 07 Mei 2017 18:29:26 WIB
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Fashion Glamour Jadi Pilihan Fashionabel Surabaya
Dunia fashion di Kota Surabaya terus berkembang dengan berbagai desainer terbaru. [Foto: wahyu/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Budaya masyarakat saat ini makin berkembang, terutama busana dengan kesan seksi dan glamour menjadi tren terlebih untuk kalangan menengah atas yang kerap mengadakan atau menghadiri pesta.

Busana dengan kesan seksi glamour dipilih karena nuansanya yang sedikit bling-bling, tetapi membuat penampilan tidak kampungan melainkan elegan.

Contohnya busana rancangan desainer Geraldus Sugeng yang mengusung tema An Oasis of Gems. Terinspirasi dari budaya hedon masyarakat modern, desainer yang akrab disapa Sugeng, ini mengaplikasikan gaya hedon itu dalam bentuk detail yang glamour dengan tambahan swaroski dan cut out, yakni semacam garis terawang yang berada pada beberapa bagian desain.

Cut out inilah yang membuat busana ini juga tampak seksi, seperti yang tampak pada busana warna hijau emerald yang kemarin diperagakan dalam ajang Surabaya Fashion Parade (SFP) ke-10.

"Saya mengangkat dunia glamour yang sedang tren saat ini, di mana masyarakat suka traveling, baik dengan kapal pesiar maupun cara lain. Nah busana ini cocok untuk party di atas kapal pesiar maupun di tempat lain,” ujar desainer yang juga pengajar di Lembaga Pendidikan Tata Busana (LPTB) Susan Budhiharjo ini.

Warna yang ditonjolkan Sugeng juga beragam mulai dari beige (krem warna kulit), mint dan hijau emerald. Bahan yang digunakan kebanyakan sifon, jacquard, lacenet, feather dan geometris lace.

Soal tampilan secara keseluruhan, Sugeng tidak pernah lepas dari kesan seksi dan slim fit alias pas untuk tubuh, karena memang gaya tersebut menjadi ciri khas desainnya. Hampir semua busananya berupa dress panjang dengan beragam cuting yang menggoda dan memiliki kesan mewah pada tiap sisi.

"Busana ini bisa dipakai untuk perempuan usia 25 sampai 40-an ke atas lah kira-kira. Pokoknya yang sudah dewasa karena auranya bisa semakin keluar saat mengenakan busana gaya ini,” ujarnya.

Busana lain yang tidak kalah menarik yakni rancangan Cecilia Widjaja. Perempuan yang baru pertama kali ikut SFP ini mengusung tema Arc karena busananya memang terinspirasi dari bangunan-bangunan luar negeri yang indah cantik. Bentuk bangunan tersebut ia aplikasikan dengan gaya busana berlekuk-lekuk yang menggunakan teknik draping dan pleating.

Busana yang terdiri dari dress one piece dan two pieces tersebut selalu terdapat lekukan yang terbuat dari kain utuh tanpa dipotong, namun ditambah semacam kawat sehingga ada kesan gelombang tegas dalam tiap potongannya.

"Potongannya sebenarnya geometris, tapi sengaja dilekuk-lekuk supaya kesan seksinya muncul dan ada seni tersendiri. Jadi tidak monoton potongannya,” ungkap Cecilia.

SFP tidak hanya diramaikan oleh desainer lokal, namun juga dari luar kota. Kemarin yang tampil menunjukkan karyanya yakni desainer Lenny Agustin. Desainer yang berpenampilan unik dengan rambut warna-warni ini menunjukkan rancangannya bertema Skull of Frida yang tak kalah unik dari penampilannya.

Busana seksi yang ditampilkannya terkesan ceria dengan detail ruffle dan sulam pita bermotif bunga. Selain itu, warna yang digunakan kebanyakan adalah warna gelap seperti biru navi, hitam, coklat dan hijau tua. Warna gelap ini juga dikombinasi dengan warna cerah seperti pink, baby blue, kuning, orange dan hijau muda. Perpaduan antarwarna inilah yang membuat busana Lenny tampak elegan dan lebih ramai. [air/way]

Tag : fashion

Komentar

?>