Minggu, 30 April 2017

Pulau Gili Labak, Surga Tersembunyi di Madura

Senin, 17 April 2017 19:59:07 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Pulau Gili Labak, Surga Tersembunyi di Madura

Sumenep (beritajatim.com) - Pulau Gili Labak, Kabupaten Sumenep, Madura menjadi surga bagi para pelancong. Pulau seluas kurang lebih lima hektare itu menawarkan keindahan pantai yang eksotis, Senin (17/4/2017).

Pantai dengan pasir putih dan air yang jernih berwarna biru. Menikmati es kelapa dengan berjemur di tepian pantai. Menuju kesana, pengunjung harus membelah laut menggunakan perahu. Berlayar sekitar satu jam setengah untuk bisa sampai jika cuaca sedang baik.

Dari dermaga Tanjung, perahu sudah disediakan oleh para warga. Mereka menyewakan transportasi penyeberangan dengan sewa hanya Rp10.000 perorang. "Kalau cuaca sedang buruk bisa sampai dua jam perjalanan," kata salah seorang nahkoda perahu, Hafis.

Dia sudah lama mengoperasikan perahu penyeberangan tersebut. Dulu, perahu yang dioperasikan itu untuk disediakan bagi para pedagang yang akan mengambil ikan hasil tangkapan nelayan. "Dulu di pulau itu tempat untuk mengumpulkan ikan bagi para nelayan," katamya.

Menuju dermaga Tanjung, jika dari Surabaya pengunjung bisa menggunakan kendaraan bus dan turun di pertigaan Kecamatan Saronggi. Dari situ biasanya kendaraan umum mobil pick up yang sudah dimodifikasi menjadi angkutan manusia langsung mengantarkan ke Tanjung.

"Bilang aja ke Tanjung. Atau bisa juga naik ojek dari pertigaan Saronggi," kata Temmy, asal Kabupaten Sumenep.

Pulau yang menawarkan potensi alam pantainya itu mulai dikembangkan sejak 2012. Pemerintah daerah bersama dengan operator migas yang ada di wilayah setempat, Santos (Madura Offshore) Pty Ltd mulai membangun potensi itu. Pemkab Sumenep saat ini sedang melakukan program Visit Sumenep 2018.

Program pengembangan daerah wisata itu dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun 2012. Mulai pengadaan perahu, bedah rumah, alat penerangan menggunakan panel tenaga surya, ruang tunggu dan aula, serta penginapan hingga gasebo.

"Secara berkelanjutan pengembangan wisata Gili Labak ini diperhatikan oleh operator migas PT. Santos yang melakukan eksplorasi off shore dekat dengan wilayah setempat," jelas Tokoh Masyarakat Gili Labak, Arwiyanto.

Pimpinan PT Santos Madura offshore Jawa Timur, Achmad Hartono mengatakan, diharapkan pembangunan wisata di Pulau Gili Labak ini merupakan bentuk sinergitas antara masyarakat setempat dengan pihak operator. Mengingat jaraknya juga sangat dekat.

"Sebagian nelayan dari Gili Labak ini juga mencari ikan di sekitar wilayah operasi, diharapkan kerjasama antar masyarakat dengan PT Santos ini bisa saling mendukung," harapnya.

PT Santos bersama dengan KKKS lain, SKK Migas perwakilan Jabanusa dan sejumlah awak media pernah melakukan kunjungan ke Gili Labak. Hal itu, kata dia, merupakan salah satu bentuk dukungan promisi program pemerintah Visit Sumenep 2018.

"Kunjungan ini merupakan salah satu promosi wisata Visit Sumenep 2018 Harapannya Pulau Gili Labak ini semakin banyak pengunjung yang datang," pungkasnya.[lus/kun]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>