Kamis, 27 April 2017

Umat Hindu Mojokerto Upacara Melasti di Pertirtaan Jolotundo

Minggu, 19 Maret 2017 20:39:16 WIB
Reporter : Misti P.
Umat Hindu Mojokerto Upacara Melasti di Pertirtaan Jolotundo

Mojokerto (beritajatim.com) - Ratusan umat Hindu di Mojokerto menggelar upacara Melasti di Pertirtaan Jolotundo, Desa seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (19/3/2017). Upacara ritual jelang Hari Raya Nyepi tersebut dilakukan bertujuan untuk penyucian diri.

Sebelum ritual digelar di pertirtaan peninggalan Prabu Airlangga, berbagai macam sesaji diarak sepanjang 1 kilometer kemudian diletakan di altar candi petirtaan. Berbagai jenis buah dan sayur, serta makanan, tersusun rapi dalam sebuah wadah berbahan daun kelapa muda (janur). Tak ketinggalan aroma wewangian asap dupa.

Setelah itu, upacara penyucian dimulai dan berbagai doa dipanjatkan kepada Sang Hyang Widhi. Umat Hindu berharap keberkahan Tuhan sehingga umat Hindu bisa kembali suci menjelang datangnya Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 28 Maret 2017 atau 1 Saka 1939 mendatang.

Humas Panitia Perayaan Nyepi, Wayan Sudana mengatakan, jika upacara Melasti merupakan penyucian buana alit (diri sendiri) dan buana agung (bumi beserta isinya). "Upacara digelar di Pertirtaan Jolotundo karena bagi umat Hindu, sumber air diyakini memiliki kekuatan penyucian yang sangat tinggi," ungkapnya.

Sehingga selain di laut, lanjut I Wayan, upacara Melasti bisa dilakukan di sumber-sumber mata air dan Petirtaan Jolotundo tersebut merupakan mata air yang suci. Pihaknya berharap, upacara Melasti bisa mensucikan diri dan alam sekitar menjelang Hari Raya Nyepi 1 Saka 1939.

"Para umat hindu juga berharap, kerukunan antar umat baik seagama maupun beragama di Indonesia bisa tetap hidup rukun dan menjaga keutuhan bangsa. Mudah-mudahan umat kita bisa menjaga kebhinekaan itu demi menjaga keutuhan sesuai dengan tema perayaan Nyepi tahun ini," tegasnya. [tin/suf]

Komentar

?>