Selasa, 23 Oktober 2018

Tak Banyak Dikenal, Moh Hosen Melukis Demi Kuliah

Sabtu, 04 Februari 2017 15:53:12 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Tak Banyak Dikenal, Moh Hosen Melukis Demi Kuliah

Pamekasan (beritajatim.com) - Moh Hosen warga Dusun Somber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, merupakan sosok bersahaja yang memiliki bakat dan potensi besar dalam seni lukis.

Hal itu terlihat dari hasil karya lukisan pemuda kelahiran 1992 silam, yang notabene belum dikenal banyak orang khususnya di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. Padahal hasil karyanya sudah mendapatkan perhatian dari pecinta lukis di luar negeri.

"Sejak TK (Taman Kanak-Kanak) memang saka menggambar, sering ikut event dan lomba juga. Tapi sejak SMP (Sekolah Menengah Pertama) mandeg selama tiga tahun, karena tidak ada yang membimbing," kata Moh Hosen, Sabtu (4/2/2017).

Dirinya mengaku mulai memantapkan bakatnya terhadap dunia lukis saat menginjak usia Madrasah Aliyah (setingkat SMA), yakni melalui belajar otodidak dengan mengikuti berbagai event di tingkat regional.

Bahkan juga terus mengasah kemampuannya dalam melukis sekalipun kuliah di jurusan Pendidikan Agama Islam di STAIN Pamekasan. "Sejak lulus Aliyah, kami mencoba kembangkan diri secara otodidak. Kebetulan kami juga bergabung dengan komunitas seni Pamekasan," imbuhnya.

Pemuda yang memiliki gaya lukis realisme dan realis naturalis itu, memiliki cita-cita mulia demi Pamekasan. "Harapan kami sebenarnya ingin memajukan Kota Pamekasan menjadi Kota Seni selain sebagai Kota Pendidikan. Sebab semakin banyak orang paham tentang karya seni, akan semakin tinggi juga nilai dari sebuah seni," ungkapnya.

"Namun secara pribadi kami memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, tapi tidak ingin membebani orang tua. Jadi kami terus mencoba melukis untuk mempersiapkan diri kuliah, apalagi hingga saat ini sudah menganggur selama dua tahu," tegasnya.

Hasil karya pelukis yang menggunakan pensil dan cat itu, justru sebagian besar diketahui dan dinikmati oleh masyarakat di luar Pamekasan, bahkan hingga keluar negeri. Seperti Amerika, Bekasi, Malaysia, Surabaya dan lainnya.

"Kalau melukis menggunakan pensil dan cat, tinggal pilih dan tergantung pesanan. Termasuk juga dari luar negeri yang memesan melalui media sosial seperti WA (Whatsapp) atau Line, sebagian datang ke rumah atau dari mulut ke mulut," jelasnya.

Tidak hanya itu, harga untuk karya lukisannya juga terbilang sangat terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah. "Soal harga beragam, tergantung tingkat kesulitan objek gambar. Rata-rata berkisar di harga Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta, khusus lukisan pensil," ungkapnya.

"Untuk pengiriman hasil karya seni yang sudah jadi bisa COD kalau di dalam kota, atau menggunakan jasa J and T untuk area luar kota. Tergantung dari daerah asal pemesan," pungkasnya. [pin/ted]

Tag : seni lukis

Komentar

?>