Kamis, 14 Desember 2017

Sambut Musim Tanam, Petani Selamatan di Goa Bedali

Selasa, 10 Januari 2017 09:17:20 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Sambut Musim Tanam, Petani Selamatan di Goa Bedali

Ponorogo (beritajatim.com) - Tak jarang orang menyebut Ponorogo dengan sebutan tanah Wengker. Karena di balik megahnya bumi reyog, memang menyimpan beberapa ritual.

Seperti memasuki musim tanam seperti sekarang ini, puluhan petani di Ponorogo menggelar berbagai ritual. Sebut saja ritual sedekah bumi di Goa Bedali. Goa bedali memiliki sejarah tentang siar Islam di tanah Wengker.

Puluhan warga Dewa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo sejak pagi berbondong-bonding menyusuri jalan setapak untuk menuju Goa Bedali. Puluhan petani juga terlihat membawa berbagai hasil bumi dan tumpeng. Hal itu sebagai bentuk luapan syukur atas hasil panen yang melimpah pada musim panen tahun ini.

Di goa yang memiliki panjang 10 meter dan kedalaman 4 meter ini warga menyakini merupakan tempat ijabah dan membawa berkah tersendiri. Karena Goa Bedali dulunya tempat bertapa dan mengembleng para santri dari Kiai Ageng Muhammad Besari. Kiai besar yang melakukan siar Islam di tanah Wengker atau Ponorogo.

Setelah memanjatkan doa, petani yang didalam goa langsung membagikan makanan yang telah didoakan ke seluruh petani. Harapannya jelas, petani di Desa Ronosentanan diberi berkah dan keselamatan.

"Kami memang percaya. Dengan adanya sedekah bumi kemungkinan banyak rejeki. Termasuk tentang panen," ujar Alex Mardianto, salah satu warga.

Dia mengaku, sebagai petani di Desa Ronosentanan ritual seperti ini sudah bertahun-tahun dan turun menurun. Dia mengaku petani Desa Ronosentanan belum afdol jika belum melakukan ritual sedekah bumi.

Selain itu, lanjut dia, sedekah bumi juga sebagai sarana keakraban. "Gotong royong satu petani dengan petani lain," pungkasnya. [mit/suf]

Komentar

?>