Jum'at, 24 Maret 2017

Bu Yati Tetap Semangat Jualan Semanggi

Senin, 02 Januari 2017 14:35:35 WIB
Reporter : Hermawan Petrus
Bu Yati Tetap Semangat Jualan Semanggi

Surabaya (beritajatim.com) - Makanan khas Surabaya yang kian hari kian langka itu kini makin sepi peminat. Para penjualnya juga sudah jarang ditemukan. Namun, Yati (50) tetap teguh berjualan Pecel Semanggi.

Penyebab langkanya semanggi disinyalir karena berkurangnya sawah penghasil semanggi. "Sekarang sawahnya sudah berkurang karena banjir, akhirnya semangginya jadi ikut berkurang," jelasnya.

Ibu yang bertempat tinggal di Tandes itu bahkan rela sampai jauh-jauh ke Taman Bungkul hanya demi menjual pecel semanggi dengan harapan dagangannya bisa laku.

"Saya sudah 8 tahun jualan di sini (bungkul), ya Alhamdulillah dilancarkan," imbuhnya.

Jam yang Yati gunakan untuk berdagang juga tidak menentu. Biasanya Yati berjualan mulai dari jam 8.00 WIB. Pulangnya juga tidak menentu, tergantung berapa banyak Pecel yang laku. "Ya pulangnya ndak pasti, kalau pecelnya sudah habis ya pulang. Tapi jarang-jarang pecelnya habis," ujarnya.

Sekalipun pembelinya tidak setiap hari banyak, Yati tetap menjual Pecel Semanggi.

Yati juga mengaku bahwa semanggi sulit ditemukan sekarang ini. "Kalau sekarang susah nemu semanggi, harus cari ke penjual lain, kalau ndak dapat ya cari lagi ke penjual lainnya sampai dapat," terangnya.

Bagi Yati, menjual Pecel Semanggi adalah barakah untuk menghidupi keluarganya. "Memang kadang untung dan rugi pasti ada, tapi ya alhmdulillah barakah untuk menghidupi keluarga," tutupnya. [her/ted]

Komentar

?>