Kamis, 29 Juni 2017

Makin Sepi Pembeli, Mbah Suwandi Tetap Membuat Terompet Tahun Baru

Rabu, 28 Desember 2016 11:47:39 WIB
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Makin Sepi Pembeli, Mbah Suwandi Tetap Membuat Terompet Tahun Baru

Surabaya (beritajatim.com)  - Meski usianya semakin renta namun  sepasang suami istri ini tetap tekun membuat terompet dan menjualnya jelang tahun baru.

Suwandi (53) dan Suwarti (51) sibuk membuat terompet tahun baru untuk dijual di kawasan Kapasari Surabaya.

Tiap kali jelang tahun baru, pasangan suami istri ini sengaja datang ke Surabaya untuk menjual buah karya mereka.

Warga asal Sukodadi Sumber Agung Lamongan ini memanfaatkan halaman sebuah toko yang sudah tidak berfungsi setiap harinya ia mampu memproduksi lebih dari 100 terompet dengan berbagai macam bentuk seperti terompet naga, terompet runcing dan topi rumbai.

Suwandi mengaku dirinya sudah menjual terompet dari kerkas sejak tahun 1987 silam. Sekian lama berdagang, dirinya menuturkan peminat terompet semakin berkurang.

"Kami melayani pembelian grosir dan bijian. Nah yang sepi itu yang beli bijian. Tapi kalau rejeki pasti ada saja. Cuma memang tak seperti tahun-tahun sebelumnya," Ungkapnya kepada beritajatim.com, Rabu (28/12/2016).

Selama 15 hari sebelum tahun baru, Suwandi dan Istri sudah merantau ke Surabaya. Selama itu mereka tidur dan menjajakan dagangan di tempat yang sama.

"Dari tanggal 14 Desember kami sudah di sini, selama 15 hari. Habis tidak habis kami pulang," katanya tegas.

Menjual terompet memang bukan keseharian Suwandi dan Istri. Dirinya hanya spesialis terompet saat menjelang natal, tahun baru dan imlek. Selepasnya pria yang akrab disapa Wandi ini adalah penjual mainan di Pasar Pesapen Surabaya,sementara istri seorang petani di Lamongan.

"Biasanya kami bisa dapat Rp 5 juta sampai Rp 4 juta. Tahun kemarin dapat bahkan nggak sampai Rp 3 juta, dari harga terompet kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 25 ribu," tambah Suwarti.

Penurunan jumlah peminat terompet ini menurut Suwandi banyak faktor. Salah satunya adalah dengan banyaknya produksi terompet dari plastik.

"Perkiraan begitu. Soalnya menurut mereka lebih awet. Untuk itu produksi terompet, kami selalu perbarui. Inovasi. Misalnya dilapisi kertas hias yang menarik, lalu katup peluitnya dibuat dari bambu jadi tidak mudah rusak," jelas bapak dua anak ini.[way/ted]

Tag : tahun baru

Komentar

?>