Kamis, 15 Nopember 2018

Ketua Teater Gapus Raih KSA 2016, Hadiah Rp 50 Juta

Jum'at, 04 Nopember 2016 00:18:41 WIB
Reporter : Ribut Wijoto
Ketua Teater Gapus Raih KSA 2016, Hadiah Rp 50 Juta

Sidoarjo (beritajatim.com) - Penyair yang berdomisili di kabupaten Sidoarjo, F Aziz Manna meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2016. Penghargaan ini cukup prestius karena dipilih dari seluruh penerbitan puisi periode satu tahun terakhir. Hadiahnya juga cukup besar, yakni Rp 50 juta.

Aziz meraih penghargaan berkat kumpulan puisinya 'Playon' yang diterbitkan oleh Pagan Press. Buku ini merupakan cetak ulang dari kumpulan puisi (juga berjudul 'Playon') yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur.

Penghargaan kepada Aziz Manna diserahkan malam ini di Plaza Senayan, Kamis (3/11/2016). "Alhamdulillah.... Selamat untuk suamiku tercinta yang telah berhasil meraih penghargaan kusala sastra khatulistiwa 2016 untuk kategori puisi. Semoga tetap semangat berkarya," ucap Apri Tiktiani, istri Aziz Manna yang setia mendampingi suaminya.

Ucapan selamat juga diungkapkan oleh S Jai, pendiri Pagan Press. "Selamat kepada penyair F Aziz Manna atas penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa tahun ini atas buku puisi Playon karyanya, yang diraihnya malam ini, kami Penerbit Pagan Press turut berbahagia. Semoga buku tersebut mampu memperkaya khazanah sastra khususnya dan pengetahuan budaya pada umumnya," kata Jai.

F Aziz Manna adalah alumnus Tambak Beras Jombang, mantan ketua Teater GAPUS Surabaya, aktivis Forum Studi Sastra dan Seni Luar Pagar (FS3LP), tergabung dalam Sanggar Kopi & Rokok Surabaya serta komunitas @rekpilem Surabaya. Menyelesaikan studi sejarahnya di Unair. Selain 'Playon', karya Aziz terkumpul dalam antologi puisi "Menguak Tanah Kering" (GAPUS, 2000), "Kumelambungkan Cintaku" (GAPUS, 2003), `Izinkan Aku Menciummu` (Gapus, 2006), Antologi Penyair Jawa Timur "Permohonan Hijau" (FSS, 2003-2004), Antologi Penyair Tiga Wilayah `Festival Mei` (FSB dan Institut Nalar Jatinangor, 2005), Rumah Pasir (FSS 2008), Lelaki Tak Bernama (DKL, 2008).

Sekadar diketahui, Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) adalah sebuah ajang penghargaan bagi dunia kesusastraan Indonesia yang didirikan oleh Richard Oh dan Takeshi Ichiki dan mulai dilaksanakan sejak tahun 2001. Acara ini, sebelumnya bernama Khatulistiwa Literary Award, namun berganti nama sejak tahun 2014. Pemenang KSK didasarkan pada buku-buku puisi dan prosa terbit dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, yang kemudian diseleksi secara ketat oleh para dewan juri.

KSK lahir dari sebuah kepedulian kepada para penulis Indonesia. Di penghujung pergantian milenium, tahun 2000, dalam suatu percakapan antara Richard Oh dan Takeshi Ichiki, Richard Oh melontarkan sebuah gagasan untuk memberi tunjangan kepada penulis Indonesia. Gagasan ini berawal dari pengamatan Richard Oh pada kondisi kehidupan kebanyakan penulis Indonesia. Kebutuhan untuk perangkat kerja seperti komputer dan tuntutan keseharian semakin menggerus waktu dan kenyamanan para penulis untuk meneruskan eksplorasi mereka dalam sastra. Keprihatinan itulah yang kemudian membuat Richard Oh berpikir sebuah anugerah sastra dengan pundi yang memadai dapat sangat membantu meringkan beban para penulis.

Dari sini terlahirlah Khatulistiwa Literary Award, yang pada tahun 2014, diganti namanya menjadi Kusala Sastra Khatulistiwa. Selama 17 tahun, Kusala Sastra Khatulistiwa berkembang terus berkat masukan-masukan dari berbagai pihak di komunitas sastra. Sejak awal pendirian, Kusala Sastra Khatulistiwa dirancang sebagai sebuah anugerah sastra dari komunitas sastra untuk para penulis. Oleh karena itu, berbagai format penyeleksian dan penentuan dikembangkan agar Kusala Sastra Khatulistiwa tetap bertahan sebagai sebuah anugerah yang mencerminkan kehendak kebanyakan orang dalam komunitas sastra. [but]

Tag : sastra

Komentar

?>