Minggu, 26 Maret 2017

Ruwat Petirtaan Jolotundo

Air dari 33 Sumber di Lereng Penanggungan Diyakini Sembuhkan Penyakit

Sabtu, 08 Oktober 2016 19:27:41 WIB
Reporter : Misti P.
Air dari 33 Sumber di Lereng Penanggungan Diyakini Sembuhkan Penyakit

Mojokerto (beritajatim.com) - Sebanyak 33 sumber yang terdapat di lereng Gunung Penanggungan diruwat di Pertirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (8/10/2016). Diyakini air yang berasal dari 33 sumber tersebut setelah diruwat bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Ruwat dimulai dengan kirab dari warga Dusun Biting, Desa Seloliman yang membawa hasil bumi lengkap dengan sesaji dan burung ke Pertirtaan Jolotundo dan diiringi kesenian Bantengan. Sesepuh desa mengambil air di Pertirtaan Jolotundo dimasukkan ngaron dan kendi (teko dari tanah liat) yang sudah disiapkan di area Pertirtaan Jolotundo.

Air dalam kendi itu tak hanya berasal dari Pertirtaan Jolotundo, Namun juga berasal dari 33 sumber yang ada di lereng Gunung Penanggungan. Selanjutnya air tersebut ditata di pelataran Pertirtaan Jolotundo beserta sesaji dan hasil bumi. Sebelum air tersebut disebar dan disiramkan ke peserta kirap, ada ritual baca do'a dari sesepuh.

Ketua panitia, Ali Usman mengatakan, ruwat sumber tersebut merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang Dusun Biting yang digelar di bulan Suro sebelum tanggal 10 dan dilakukan di hari dengan pasaran legi. "Tradisi ruwat sumber ini berjumlah 33 sumber yang terdapat di lereng Gunung Penanggungan," ungkapnya.

Masih kata Ali Usman, tujuannya adalah untuk mengingatkan kepada generasi muda jika air merupakan sumber kehidupan. Diharapkan sumber tersebut diruwat agar lestari untuk generasi mendatang. Masyarakat, lanjutnya, juga butuh alam karena manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa lingkungan sekitar.

"Selain air harus diruwat, juga harus dirawat. Yakni dengan simbolis berupa penanaman pohon. Karena jika hanya diruwat tanpa dirawat maka sumber itu akan hilang. Air dari 33 sumber tersebut dimasukan ke dalam kendi karena leluhur kita sebelum ada teknologi menggunakan kendi yang berasal dari tanah," katanya.

Menurutnya, ruwat sumber tersebut merupakan kepercayaan yang menyangkut lima agama. Oleh karena itu, jika diyakini air tersebut akan menjadi sakral. Ia pun tak memungkiri, air yang sudah diruwat tersebut menjadi rebutan para peserta maupun pengunjung Pertirtaan Jolotundo.

"Ada yang diminum. Karena jika minum air yang sudah diruwat tersebut, warga meyakini bisa menyembuhkan penyakit. Masyarakat percaya bahwa air 33 sumber itu berasal dari Eyang Prabu Airlangga," ujarnya.

Perlu diketahui, Pertirtaan Jolotundo terletek di lereng Gunung Penanggungan, tepatnya Desa Seloliman, Kecamatan Trawas merupakan bangunan petirtaan yang dibuat pada zaman Airlangga (Kerajaan Kahuripan).

Berdasarkan penelitian, kualitas airnya terbaik di dunia dan kandungan mineralnya sangat tinggi. Debit airnya sendiri yang tidak pernah berkurang meskipun musim kemarau. [tin/suf]

Komentar

?>