Kamis, 23 Nopember 2017

Stefano dan Mamuk Berbicara Foto Jurnalistik

Rabu, 21 September 2016 23:15:23 WIB
Reporter : Qurrotu A
Stefano dan Mamuk Berbicara Foto Jurnalistik

Surabaya (beritajatim.com) - Fotografer asal Italia Stefano Romano dan Mamuk Ismuntoro Mamuk Ismuntoro dari Surabaya berbagi pengalaman tentang fotografi di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi- Almamater Wartawan Surabaya Jalan Nginden Intan Timur No.1 Surabaya.

Seminar fotografi yang bertema menjadi fotografer jurnalistik profesional ini kerjasama antara Stikosa-AWS dengan UKM Himmarfi. Peserta yang hadir merupakan calon mahasiswa baru yang sedang mengikuti OPSPEK.

Dalam acara ini Stefano, sapaan akrabnya menceritakan bagaimana ia memulai menjadi fotografer.

"Karena kegemaran saya mengambil foto setiap hari, banyak yang memuji hasil gambar saya,"ungkapnya.

Disela-sela materi foto, dia juga memberikan ungkapan."Semua bisa menjadi fotografer, tapi tidak semua orang bisa mengambil foto yang bagus," tambahnya.

Pria yang telah menjadi muallaf ini juga menuturkan bahwa sebuah fotografi harus bisa bercerita. "Fotografi jurnalistik harus bisa bercerita,"

Salah satu foto yg ditampilkan yaitu foto dari world press photo 2014, foto john stanmeyer, tentang imigran afrika yang berada di pinggir pantai gibuti untuk mencari sinyal dari somalia

Pria yang mulai fasih berbahasi indonesia ini juga memberikan arahan seperti apa fotografer jurnalistik."Seorang fotografer jurnalistik Harus punya mata, telinga, dan etika,"imbuhnya

Sementara itu Mamuk Ismuntoro, seorang fotografer dari komunitas fotografi Matanesia juga menambahkan tentang seorang fotografer jurnalistik.

"Untuk menjadi fotografer jurnalistik harus suka membaca, harus bisa nulis, bisa dipelajari. Foto harus punya isi, ide, gagasan,"tutupnya.[yun/ted]

Tag : fotografi aws

Komentar

?>