Jum'at, 21 Juli 2017

Dari Seminar Fotografi Jurnalistik

Fotografer Itu Matanya Harus Jelalatan

Kamis, 15 September 2016 07:51:47 WIB
Reporter : Qurrotu A
Fotografer Itu Matanya Harus Jelalatan
Suasana seminar fotografi jurnalistik yang digelar Himmarfi

Surabaya (beritajatim.com) - Himpunan Mahasiswa Penggemar Fotografi (HIMMARFI), salah satu Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) di Stikosa-AWS menggelar seminar fotografi jurnalistik, Rabu (14/9/2016) di Mall BG Junction lantai L2.

Acara yang bertemakan "perkembangan foto jurnalistik" ini menghadirkan Budi Sugiharto, Kepala Biro sebuah media online, sebagai pembicara. "Kegiatan ini sangat sangat positif. Untuk memeperdalam skill fotografi," Puasini Apriliantini, Pembantu Ketua III Stikosa-AWS.

Diawal diskusi, Uglu sapaan akrab dari Budi Sugiharto menjelaskan, fotografi bersifat universal. "Fotografi bersifat universal. Bisa diliat oleh semua orang. Foto bisa diterima jika orang yang melihat bisa memahami gambar yang ditampilkan," jelasnya.

Selain itu, fotografer juga harus memiliki nilai dan naluri. Tujuannya, agar pesan dari foto yang diambil bisa tersampaikan. Ditengah diskusi diselipkan beberapa hasil foto, salah satunya tentang Gunung Bromo.

Ia menjelaskan, perkembangan smartphone di Indonesia mendorong masyarakat untuk menjadi fotografer. Wartawan foto bertanggung jawab kepada perusahaan media, wartawan akan dilindungi oleh undang-undang.

"Foto yang dishare di media sosial bisa menimbulkan empati dari orang yang melihat hasil foto," tambahnya.

Uglu menegaskab bahwa foto harus punya nilai yang menyentuh, perbedaan, kejelian, estetika, menyengat. Selain itu foto juga harus bisa memantik rasa kasihan serta humanis.

"Seorang fotografer matanya harus jelalatan, dimana dia harus jeli melihat suatu kejadian. Fotografer dituntut sangat memahami alur cerita untuk bisa mewujudkan dalam visual. Kita harus menyatu dengan foto atau objek foto," urainya.

Ketua Pelaksana kegiatan Alfan Kruniawan menjelaskan, persiapan acara tersebut membutuhkan waktu tiga bulan. Sedangkan tujuannya untuk memamerkan hasil karya foto story.

"Persiapan ini membutuhkan waktu tiga bulan, dan diskusi ini merupakan serangkaian dari acara pameran yang mengangkat tentang foto story jalan yang ada di Surabaya,"tutupnya. [qay/suf]

Tag : fotografi

Komentar

?>