Selasa, 21 Nopember 2017

Kayu Kerajaan Demak Bakal Hiasi Kota Bojonegoro

Rabu, 01 Juli 2015 16:09:58 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Kayu Kerajaan Demak Bakal Hiasi Kota Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) - Kayu tua yang sekarang berada di tempat penampungan kayu (TPK) rencananya akan dipindahkan ke pusat kota Bojonegoro. Kayu tersebut memiliki ukuran panjang sekitar 17 meter dengan diameter sekitar 45 centimeter.

Kabid Pengembangan dan Pelestarian Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkab Bojonegoro Suyanto, mengatakan, untuk proses pemindahan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan ahli kayu. Kayu tersebut akan dipercantik sebelum jadi pusat perhatian masyarakat.

"Tadi kita selesai memantau kembali perkembangan kayu tersebut dan secepatnya membuat laporan ke Bupati. Setelah itu baru kita pindah," ujarnya, Rabu (01/07/2015).

Kayu tua yang diduga merupakan peninggalan dari Kerajaan Demak tersebut ditemukan sekitar tahun 1995 di Sungai Bengawan Solo, ikut Jalan Prajurit Abu, Kelurahan Kauman, Bojonegoro. Proses pengangkatan kayu itu sebelumnya memerlukan waktu dan tenaga yang cukup banyak.

Sebelumnya, satu glondong kayu jati itu menancap dan hanya kelihatan pucuknya saja. Setelah kayu itu selesai diangkat kemudian dibiarkan lama di TPK Bojonegoro. Meskipun sudah puluhan tahun terkena panas dan hujan namun kayu itu masih terlihat utuh. Kayu itu sebelumnya banyak yang akan membelinya.

"Kemungkinan mau dipakai untuk pembangunan masjid Demak. Namun dalam perjalanannya mungkin kayu tersebut jatuh," terangnya.

Adanya temuan kayu tua di Sungai Bengawan Solo ini memperkuat dugaan bahwa sungai terpanjang di pulau jawa itu dulu memang digunakan sebagai jalur satu-satunya dan menjadi jalur perdagangan. "Ini juga menguatkan jalur Bojonegoro termasuk jalur perdagangan," katanya.

Sementara, menurut Kepala Dibudpar, Amir Syahid, semasa kecil sering menggunakan kayu yang masih menancap ditepian Sungai Bengawan Solo itu sering digunakan sebagai pijakan saat mandi di sungai. "Dulu pas masih kecil saya sering menggunakan kayu itu sebagai pijakan saat mandi di bengawan," ujar pria asal Kauman itu.

Kebetulan, kata dia, rumahnya dengan letak ditemukannya kayu jati tua tersebut tidak berjarak jauh. Amir mengatakan, untuk pengangkatan kayu jati utuh tersebut butuh menggunakan alat berat. "Nanti kalau mau dipindahkan ke Alun-alun kita akan melakukan ritual terlebih dulu agar diberi kelancaran dan keselamatan," pungkasnya. [uuk/but]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>