Gaya Hidup

Warga di Mojokerto Bersih-bersih Situs Sambeng

Masyarakat Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto membersihkan Situs Sambeng. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Masyarakat Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto membersihkan Situs Sambeng. Kegiatan ini dalam rangka bulan Suro dalam penanggalan Jawa.

Dengan mengenakan baju adat khas Jawa, kegiatan yang dipimpin Kepala Desa (Kades) Belahan Tengah Muslih ini bersama masyarakat lainnya berjalan menuju Situs Sambeng. Mereka sambil membawa perlengkapan seperti dupa dan kembang.

Saat tiba di lokasi, dupa yang dibawa dibakar dan ditancapkannya di antara dua pohon. Masyarakat kemudian duduk bersimpuh sambil membacakan doa untuk meminta keberkahan dan rezeki yang melimpah kepada Tuhan YME dan dilanjutkan membersihkan Situs Sambeng.

Tumpukan batu bata bermotif Surya Majapahit dan batu andesit yang mengalami keretakan lantaran dimakan usia tersebut dibersihkan. Bersih-bersih Situs Sambeng tersebut rutin dilakukan masyarakat Dusun Sambeng setiap bulan Suro.

Kades Belahan Tengah, Muslih mengatakan, Situs Sambeng merupakan peradaban masyarakat pada akhir zaman Majapahit. “Situs Sambeng ini lokasinya tidak jauh dari TPA Belahan Tengah. BPCB juga telah melakukan ekskavasi,” ungkapnya, Senin (16/9/2019).

Muslih berharap, ada tindak lanjut dari pemerintah terkait keberadaan Situs Sambeng. Ini lantaran, adanya pelebaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Belahan Tengah yang dikhawatirkan bisa merusak Situs Sambeng.

“Para penggiat budaya dan BPCB sudah melakukan penggalian Situs Sambeng, kami sebenarnya tidak mengharapkan perluasan itu. Kami mohon kepada pemerintah untuk ditindak lanjuti segera. Saya kira ada Undang-undang untuk melindungi Situs Cagar Budaya,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar