Gaya Hidup

Wabup Beri Apresiasi Berdirinya Hotel Bintang Tiga di Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, mengapresiasi hadirnya Hotel de Baghraf sebagai hotel bintang tiga pertama di Sumenep.

“Kami dari Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi hadirnya hotel berbintang di Sumenep. Keberadaan hotel baru ini diharapkan menjadi penunjang program pemerintah daerah yang ingin menjadikan Sumenep sebagai kota wisata,” katanya.

Pada Rabu (25/12/2019), dilakukan ‘soft opening’ Hotel de Baghraf di Jl. PB Sudirman Sumenep. Hotel ini merupakan bintang tiga yang pertama di Sumenep. Acara tersebut juga dihadiri Kapores Sumenep AKBP Deddy Supriadi, Dandim 0827 Sumenep Letkol Infanteri Ato Sudiatma, Sekretaris Daerah Sumenep, Edy Rasiyadi, serta Direksi Amithya Grup, jejaring Hotel de Baghraf.

“Selama ini wisatawan asal luar kota, apalagi luar negeri, membutuhkan hunian yang nyaman ketika berwisata. Biasanya mereka inginnya hotel berbintang. Minimal hotel bintang tiga,” ujar Fauzi.

Ia menjelaskan, tiga tahun belakangan ini pemerintah daerah memacu potensi wisata dengan menggelar tahun kunjungan wisata. Dengan adanya hotel bintang tiga, diharapkan para wisatawan dari luar punya waktu tinggal lebih lama di Sumenep.

“Hadirnya Hotel de Baghraf bisa menjadi solusi bagi wisatawan luar. Kami optimistis investasi di bidang perhotelan di Sumenep akan berprospek bagus seiring dengan banyaknya destinasi dan even wisata,” terangnya.

Di Sumenep terdapat 15 hotel. Dengan beroperasionalnya Hotel de Baghraf, berarti total menjadi 16 hotel. Hotel de Baghraf menjadi satu-satunya hotel bintang tiga di Sumenep.

“Kehadiran hotel baru di Sumenep juga menunjukkan iklim investasi bagus. Kami di pemerintah daerah memang berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi para investor yang akan menanamkan investasinya di Sumenep, termasuk di bidang perhotelan,” papar Fauzi.

Ia meyakini, keberadaan hotel baru ini juga cukup banyak menyerap tenaga kerja, sejak pembangunan hingga beroperasi. Apalagi sebagian besar pekerjanya adalah warga lokal. “Dengan begitu, berarti keberadaan hotel baru ini juga mengurangi angka pengangguran di Sumenep,” tandasnya. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar