Gaya Hidup

Tamiajeng, Jalur Paling Favorit ke Puncak Gunung Penanggungan

Mojokerto (beritajatim.com) – Gunung Penanggungan atau Gunung Pawitra selalu jadi tempat favorit bagi para pendaki. Untuk mendaki gunung ini, ada lima jalur yang tersedia. Diantaranya, jalur Kesiman (Pasuruan), jalur Tamiajeng, jalur Dungudi, jalur Jolotundo dan jalur Kuncoro Wesi.

Namun demikian, dari lima jalur tersebut, yang terpopuler adalah pendakikan lewat Tamiajeng atau jalur Ubaya. Terpantau pada Rabu (3/7/19), jalur Tamiajeng masih banyak dilewati para pendaki, yakni sekitar 900 sampai 1000 pendaki datang di hari-hari libur dan weekend.

Gunung Penanggungan mempunyai ketinggian 1.653 mdpl. Gunung yang berada di perbatasan antara Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan ini menyuguhkan pemandangan alam yang eksotis dengan medan yang cukup mudah.

Tamiajeng merupakan jalur tertua dan terpopuler untuk mendaki Gunung Penanggungan. Jalur ini berada di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Jalur yang berada di Barat Daya gunung ini dinilai mempunyai waktu tempuh yang lebih singkat dari jalur lain. Disini juga terdapat spot terkenal yakni Puncak Bayangan.

Di Puncak Bayangan, pendaki bisa beristrahat untuk memulihkan tenaga. Di Puncak Bayangan juga terdapat hamparan yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Ketika tenaga sudah pulih, pendaki bisa melanjutkan perjalanan ke Puncak Pawitra.

“Jalur ini dibuka resminya sekitar 2015, tapi sebelumnya sudah ada, cuma dimaksudkan untuk penertiban saja. Kami ini dalam naungan perhutani,” ungkap Purwanto salah satu petugas di jalur Tamiajeng. [lis/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar