Gaya Hidup

Tahun Baru Imlek dan Pemersatu Jawa – Tionghoa

Bojonegoro (beritajatim.com) – Klenteng Hok Swie Bio di Jalan WR. Supratman, Kelurahan Karang Pacar, Kecamatan, Kabupaten Bojonegoro, ramai oleh para pengunjung. Dari masyarakat Tionghoa hingga Jawa berkumpul dalam perayaan Tahun Baru Imlek, Selasa 5 Februari 2019.

Sebagian besar mereka dari kaum ibu-ibu bersama anaknya. Berkumpul di halaman klenteng menanti kedatangan kesenian Barongsai dan Liong (ular naga) yang akan melakukan atraksi usai kirab. Jenis kesenian tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat etnis Tionghoa maupun Jawa.

Perayaan Imlek tahun ini disertai hujan deras mengguyur wilayah Bojonegoro. Hujan tepat setelah prosesi kirab dilakukan. Hujan menjadi tanda yang dipercaya sebagai berkah yang dinanti oleh warga Tionghoa dunia. Hujan seperti masyarakat yang memadati perayaan tahun Babi Tanah.

Meski tarian barongsai ini berasal dari China, namun sebagian besar pemain yang tergabung dalam pertunjukan tersebut dari masyarakat sekitar klenteng dari etnis Jawa. Salah satunya adalah Mohammad Heri Mustofa (23).

Remaja asal Kelurahan Ngroworejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro itu mengaku sudah enam tahun gabung bersama komunitas barongsai yang ada di Klenteng Hok Swie Bio. “Awalnya tertarik saat melihat ada latihan, terus ikut gabung,” ungkapnya.

Dalam perayaan Tahun Baru Imlek ini dia menjadi pemain buntut barongsai berwarna hitam. Tidak ada darah Tionghoa dalam keturunannya, namun dia merasa bangga bisa bergabung dan memberi hiburan bagi masyarakat bersama komunitas barongsai.

“Meskipun bukan dari Tionghoa tapi bangga bisa bergabung dan bermain di Klenteng,” ungkapnya.

Darsono, yang juga Warga Ngroworejo menambahkan, bahwa sebagian besar pemain Liong dan Barongsai di Klenteng Hok Swie Bio ini mayoritas dari orang Jawa dan muslim. Ada sekitar 30 personil yang hampir rutin melakukan latihan Barongsai.

“Mereka sudah menjadi bagian dari klenteng,” ujar pria yang dulu pernah menjadi pemain Liong dan sekarang menjadi pendamping saat latihan Barongsai di Klenteng.

Dalam seni Barongsai menuru

t dia, selain sebagai ritual keagamaan, olahraga, juga memiliki fungsi sebagai hiburan. Kesenian Liong dan Barongsai ini yang banyak dinanti masyarakat dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

Salah satunya bagi Supriyati Warga Desa/Kecamatan Sumberejo. Dia sejak pagi sudah datang ke Klenteng untuk menyaksikan pertunjukan Barongsai. “Penasaran dan suka dengan pertunjukannya (Barongsai),” ujarnya.

Setelah hujan reda, sejumlah penonton juga turut membubarkan diri. Banyaknya antusias masyarakat yang menyaksikan perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Hok Swie Bio membuat ruas jalan macet. Anggota kepolisian Polres Bojonegoro terlihat mengatur lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki agar bisa terurai. [lus]

Apa Reaksi Anda?

Komentar