Gaya Hidup

Trend Fashion 2019

Surabaya Fashion Parade 2019; Bukan Sekadar Pagelaran Busana

Surabaya (beritajatim.com) – Surabaya Fashion Parade menjadi salah satu event fashion terbesar di Indonesia Timur. Ditahun yang ke 12 Surabaya Fashion Parade yang disorganize oleh Tunjungan Plaza dan Indonesia Fashion Chamber mengusung tema ‘Fusione’ yang berarti perpaduan dan berbauran.

Di perhelatan yang ke 12 ini IFC dan Tunjungan Plaza menitik beratkan pada sebuah kesatuan unsur yang saling berbaur untuk menuju satu tujuan untuk berhasil bersama.

Surabaya Fashion Parade 2019 dengan tema Fusione mengajak kembali pada sebuah tujuan awal ketika acara ini dibuat. Dian Apriliana Founder dari Surabaya Fashion Parade mengatakan bahwa Surabaya Fashion Parade ini adalah sebagai wadah bagi para penggiat fashion lokal dan Nasional untuk menunjukkan karyanya dan tidak selalu berkiblat ke Jakarta.

Yunita Kosasih sebagai Ketua SFP 2019 yang juga dikenal designer dengan gaya Etnic mengatakan bahwa SFP2019 ini adalah sebagai salah satu cara untuk melestarikan budaya untuk masa yang akan datang.

“Surabaya Fashion Parade 2019 tidak hanya tentang pagelaran budaya tetapi kami juga mengajak para designer dan masyarakat sekalian untuk bisa berpartisipasi melestarikan budaya dan berpartisipasi di acara Surabaya Fashion Parade 2019,” kata Yunita.

“Salah satunya dengan cara mengikuti kompetisi-kompetisi yang kami adakan seperti lomba cipta batik 2019, Surabaya Designer Award 2019, Lomba Ilustrasi dan tentunya lomba models. Tahun ini kami juga bekerja sama dengan anak-anak mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala untuk bekerja sama dengan kami menjalankan Digital Strategy Communication Campaign untuk Surabaya Fashion Parade 2019 berkolaborasi dengan Artsquare,” sambungnya.

Surabaya Fashion Parade 2019 ‘Fusione’ bertempat di Convention Hall TP 3 lantai 6 dan untuk fashion exhibition di Atrium TP 3 lantai UG. Surabya Fashion Parade akan dimulai pada tanggal 24 – 28 Februari 2019 mulai pukul 10.00 wib – 21.00 wib untuk Fashion Exhibition dan Fashion Show akan dimulai setiap harinya pada pukul 17.00 wib – 22.00 wib.

“Surabaya Fashion Parade 2019 tidak hanya menyuguhkan tentang pagelaran busana namun juga terdapat fashion exhibition yang memang dikhususkan untuk para designer bisa menjual koleksinya dan berinteraksi dengan para pecinta fashion yang ingin melengkapi koleksi pribadi, tentunya dengan penawaran yang menarik,” menurut Yudith Oei.

“Sedangkan untuk Fashion Show akan dibagi dengan tema perhari Moslem and modest wear, Etnic, Urban, Cocktail and Evening Gown, dan yang terakhir sponsor day. Ada yang akan berbeda kali ini kami menambahkan satu tema baru yang akan mengakomodasi kebutuhan fashion Pria ‘Mens Fashions’ yang akan diikuti oleh berbagai designer busana Pria dari seluruh Indonesia,” ujar Alphiana Candrajani, Chairman IFC Chapter Surabaya.

“Surabaya Fashion Parade 2019 tidak mengharuskan mengikuti tema Cortex sesuai dengan yang kami pilih sebagai tema kami tahun ini, namun kami juga menampilkan 4 tema besar yang bisa dipilih sebagai acuan para designer yang sesuai dengan proyeksi trend busana Singularity 2019/2020, yakni Exuberant, Neo Medival, Svarga, dan Cortex,” tambah Yunita Kosasih.

Mengacu pada proyeksi trend dari Indonesia trend Forcasting dan bekraf, Exuberant atau kata lainnya keceriaan optimisme adalah Tema ini menunjukkan keceriaan dan optimisme lewat permainan warna yang colorful dengan unsur seni urban atau futuristik dan perpaduan gaya sporty yang santai dengan gaya formal yang cenderung feminin.

Neo medival atau romantisme abad pertengahan mengusung unsur romantisme abad pertengahan yang mencerminkan sikap khawatir akan kemungkinan di masa depan yang memicu timbulnya ‘benteng pertahanan’.

Pandangan ini membangkitkan romantisme dalam sejarah, di mana tema abad pertengahan menyatu dengan kemajuan teknologi. Secara visual, tema ini memunculkan kesan gaya khas pejuang futuristik, kuat, tegas, dan elegan dengan palet warna yang netral dan membumi.

Svarga melihat sisi kemanusiaan dari kecerdasan buatan, yaitu jembatan dari beragam perbedaan tampilan untuk menjadi satu harmoni. Keterbukaan ini menciptakan multikulturasi. Konsep desain svarga dalam tema ini memperlihatkan tabrak corak yang tetap memperhatikan keseimbangan antara satu dengan yang lain.

Banyak designer yang akan berpartisipasi dalam ‘Surabaya Fashion Parade 2019’ baik designer lokal, Nasional dan juga luar negeri. Designer kenamaan seperti Restu Anggraini ‘Etu’, Danjyo Hiyoji, Yosafat Dwi Kurniawan, Wilsen Willim, Geraldus Sugeng juga akan berpartisipasi dalam acara ini.

Selain itu designer kenamaan asal Bangkok Vorravaj yang tengah berpartisipasi di London Fashion Week 2019 juga akan bergabung di SFP 2019 kali ini. [way/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar