Gaya Hidup

Sah, Sekarang di Ponorogo, Ada Becak Wisata

Bupati Ipong secara simbolis memakaikan penadon kepada salah satu tukang becak. (foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Seperti halnya di wilayah Jogjakarta, kini di Ponorogo juga ada becak wisatanya. Muncul ide becak wisata ini bagian dari solusi yang ditawarkan oleh Pemkab setempat, dalam penertiban becak motor (bentor) oleh Polres Ponorogo beberapa tahun yang lalu.

“Kami arahkan ke becak wisata, supaya becak kayuh ini mempunyai daya tarik,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, usai acara penyerahan secara simbolis bantuan hibah kepada paguyuban becak kayuh Suromenggolo, Jumat (17/1/2020).

Ipong menceritakan masa kecilnya dulu, kalau akan pergi kemana-mana pasti akan menggunakan moda transportasi tersebut. Sebab dulu belum banyak orang yang mempunyai sepeda pancal atau sepeda motor. Namun kondisi sekarang sudah berubah, kebanyakan setiap orang sudah mempunyai sepeda atau sepeda motor. Yang membuat jasa becak kayuh sudah jarang diminati. Maka dari itu, Pemkab berinisiatif untuk mengubah menjadi becak wisata. “Dengan brand becak wisata ini, bisa menjadi daya tarik wisatawan yang ke Ponorogo untuk naik becak,” katanya.

Supaya tampilan becak lebih menarik, Pemkab memberi bantuan hibah untuk 388 abang becak untuk memoles becaknya supaya terlihat cantik. Bantuan hibah itu berupa uang dan barang. Yang meliputi pakaian penadon, jas hujan, becak dicat seragam, dan sandaran kursi bergambar reyog. Kalau pembangunan pasar legi sudah selesai, rencananya mangkal becak kayuh itu di sekitar lokasi pasar. “Untuk seragam penadon yang diberikan itu digunakan untuk moment-moment tertentu, kalau setiap hari ya pakai kaos saja,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar