Gaya Hidup

Ponorogo Punya Event Berkelas, Batik Street Exhibition

Ponorogo (beritajatim.com) – Gelaran batik street exhibition yang diadakan pada Sabtu (23/3/2019) sore di jalan alun-alun timur Ponorogo menjadi ajang untuk unjuk karya para desainer batik di bumi reyog.

Selain itu acara fashion show batik yang digelar ini, juga diikuti oleh desainer luar daerah. Seperti dari Kediri, Malang, Ngawi dan Madiun. Total ada sekitar 105 model berlenggak lenggok memamerkan beraneka macam batik.

”Batik street exhibition baru pertama kali digelar di Ponorogo. Tetapi sudah menyedot peserta yang lumayan banyak,” kata Wakil Bupati Ponorogo Sudjarno, seusai acara.

Sudjarno menceritakan bahwa dahulu sekitar tahun 1950an, Ponorogo ini terkenal akan batiknya dan sempat populer di Indonesia. Namun pada perkembangannya batik khas bumi reyog mulai meredup. Nah, kali ini lewat acara batik street exhibition diharapkan bisa membangkitkan laginkejayaan dari batik Ponorogo.

”Tujuannya batik street exhibition salah satunya untuk menggairahkan lagi batik khas Ponorogo yang dulu pernah berjaya,” katanya.

Selain itu, lanjut Sudjarno gelaran ini juga untuk memancing ekonomi kreatif. Sehingga bisa untuk membuka lapangan kerja bagi warga Ponorogo.Karena saat ini kita semua tahu, batik yang sudah diakui oleh Unesco ini tidak hanya dipakai untuk pakaian saja. Dengan inovasi dan tangan- tangan kreatif, batik bisa disulap menjadi sprei, tas maupun kerajinan. Selain itu pakaian batik juga bisa dipadukan dengan celana jin dan sepatu kets sehingga batik akan tetap fashionable.

”Untuk itu masyarakat harus mendukungnya dengan mengenakan batik,” katanya.

Saat ini di Ponorogo, kata Sudjarno akan ada rumah batik. Rumah tersebut rencananya akan menyatu dengan kampung reyog yang pembangunanya akan segera selesai.

”Jadi Pemkab saat ini bukan hanya menggenjot produksinya saja. Tapi kami mendorong untuk semua masyarakat mengenakan batik untuk acara – acara yang diadakan,” pungkasnya.[end/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar