Gaya Hidup

PLN Nekad Kumpulkan Suporter Bola Yang Bertikai?, Aremania Salah Satunya

Surabaya (beritajatim.com) – Mempertemukan suporter bola beda kesebelasan adalah hal yang sulit, sebab resiko  tawuran antar suporter akan besar. Namun sebuah event bernama “Sound from the Football” akan mempertemukan band suporter dalam sebuah konser musik.

Acara pameran  ini akan meriah karena ada pameran komunitas fans-base, galeri suporter seniman, bioskop mini, talkshow, dan gimmick penonton. Acara juga akan diwarnai dengan pembacaan sumpah pemuda, dan sebagai pusat kemeriahan, ditampilkan 20 band suporter dan musisi nasional.

20 band suporter yang akan tampil berasal Jakarta, Malang, Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Selain itu dihadirkan empat band lokal yaitu SISITIPSI, NDXAKA, THE UPSTAIRS, dan OM PMR. Itu sebabnya seluruh kegiatan tersebut didasarkan kepada media sosial Instagram, yang memiliki insight penambahan pengikut (followers) yang cukup pesat, dalam waktu relatif singkat, karena besarnya animo pendukung bola.

“Kami ingin menunjukkan kepada publik, bahwa suporter bisa membentuk band-band musik yang tidak kalah bagus dengan band-band lokal dan indie yang tersebar di Indonesia. Selain itu, nantinya suporter juga bisa menunjukkan karyanya lewat musik, fashion, art dan collection,” papar Dimas.

Ia berharap, acara tersebut akan disinggahi 4.000 – 5.000 pengunjung setiap hari dari berbagai komunitas penggemar sepak bola.

Konsep Unik
Bens Leo, pengamat musik senior memandang unik konsep acara “Sound from the Football,” yang mengolaborasikan kecintaan fans sepak bola dengan pertunjukan musik.

Sinergi antara sepak bola dengan dunia musik sebenarnya tidak asing karena sepanjang yang ia ketahui, sangat banyak musisi yang memiliki spirit untuk membantu perkembangan sepak bola di tanah air.

Bens memberikan contoh lagu “Garuda di Dadaku” yang dilahirkan oleh Band Netral beberapa tahun silam. Tak ketinggalan lagu bertajuk “Bola Bola Bola” yang diluncurkan di Kantor Kemenpora menjelang perhelatan Piala Dunia tahun lalu.

“Ini fenomena yang menarik karena musik dan olah raga bisa menjadi spirit yang mendekatkan berbagai perbedaan. Lebih menarik lagi kalau Coconet berhasil melibatkan para suporter bola untuk bermain musik, dan berkarya melalui lagu-lagu sepak bola yang menyatukan dan juga interaktif,” ujarnya apresiatif.

Penampilan band-band supporter tersebut akan dirangkai dengan talkshow yang membahas perkembangan suporter dari tahun ke tahun, sekaligus akan menonjolkan kreatifitas suporter dari dalam maupun luar lapangan. Sebagai pembicara, talkshow akan diisi oleh perwakilan ketua suporter, yaitu Ferry Indrasjarief (Ketua The Jakmania), dan Ilham Jaya Kusuma (legenda suporterTimnas Indonesia), serta Suroya mewakili supporter personal. Dari kalangan musisi ikut berbicara Ryan D’Massiv (Musisi), dan Dao (vokalis Gondal Gandul).

Senada dengan nilai positif komunitas yang diangkat Coconet, Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, I Made Suprateka menyatakan tekad PLN yang senantiasa akan terus berperan menggelorakan energi optimisme bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.

Apalagi seperti dijelaskan oleh Dimas, dalam jangka panjang, event ini bertujuan untuk membangun ekonsistem sepak bola agar menjadi sebuah olahraga yang dapat dinikmati semua lapisan masyarakat, sekaligus menjadi destinasi olah raga maupun edukasi, wisata dan hiburan, demi tercapainya kebanggaan persepakbolaan bangsa bahkan dunia.

“Seperti value dan semangat PLN yang ingin menerangi seluruh negeri, kami berharap energi positif ini bukan cuma bergerak di Jakarta, namun juga menular sampai ke seluruh daerah di Indonesia. Bersama-sama kita membangkitkan energi positif untuk membangkitkan harapan ke seluruh negeri,” tutup Suprateka. [rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar