Gaya Hidup

Pelepasan Lele dan Nila Tandai Peringatan Waisak di Sampung Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Umat Buddha di Indonesia merayakan Hari Raya Waisak. Tidak terkecuali dengan umat Buddha yang ada di Dusun Sodong, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Mereka menyambut Waisak dengan suka cita.

Membersihkan Vihara Dharma Dwipa dan memasang berbagai ornamen hiasan sebagai persiapan sebelum menunggu detik-detik waisak. “Detik-detik Waisak terjadi pada pukul 04.11 WIB tadi pagi,” kata Ketua Vihara Dharma Dwipa Suwandi Cita Panu (46), Minggu pagi.

Saat menyambut detik-detik Waisak, kata Suwandi, umat Buddha di Dusun Sodong yang berjumlah 143 orang itu berkumpul sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelum masuk, mereka mengitari ruangan Vihara sebanyak 3 kali. Setelah itu masuk, kemudian duduk untuk meditasi sambil menunggu detik-detik Waisak. “Kemudian dilanjutkan dengan sungkeman kepada orangtua,” katanya.

Tema perayaan Waisak kali ini mencintai kehidupan berbudaya penjaga persatuan itu dilanjutkan dengan ritual pelepasan satwa ke alam bebas. “Hari ini kami melepaskan ikan lele dan nila. Kalau tahun lalu kami melepaskan burung,” ungkapnya.

Pelepasan satwa ini, masih kata Suwandi, bermakna bahwa semua makhluk hidup berhak hidup bebas. Menghargai semua makhluk hidup sesuai dengan alamnya tanpa ada kekangan. “Dimana ini merupakan cinta kasih yang universal. Semoga peringatan Waisak ini membuat semua makhluk berbahagia,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar