Gaya Hidup

Patung Mahapatih Gajahmada Tertinggi Dibangun di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Pembangunan arca Mahapatih Gajahmada terbesar dengan tinggi 30 meter dan lebar 9 meter sudah mencapai 70 persen. Patung terbesar ini bediri persis di depan Wisata Desa Bumi Mulyojati Mojopahit, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Saat dikunjungi, Minggu (28/7/2019), pembangunan patung ini sudah mencapai bagian kepala. Untuk bagian badan dan kaki dari patung tersebut sudah rampung sebelumnya.

Pembangunan patung ini dimulai pada 2016. Semua material dan pekerja yang menggarap patung ini merupakan warga asli Mojokerto. Semua dikerjakan secara manual. Tak ada bagian dari patung yang dipesan dari seniman patung dari daerah lain.

Hal uniknya adalah pekerja yang mengerjakan patung ini merupakan tukang besi. “Kebetulan saya mendapat amanah melalui Forum Silaturahmi Seluruh Keraton se-Nusantara, untuk membangun arca Mahapatih Gajahmada pada 2005. Namun baru bisa terlaksana 2014 ke 2016 dan sekarang masih berlanjut,” ungkap Mulyono.

Patung Mahapatih Gajahmada ini nantinya menjadi ikon wisata dari Wisata Desa Bumi Mulyojati Mojopahit. Tak hanya itu, arca tersebut rencananya juga dijadikan pusat wisata religi. Patung besar ini merupakan milik perorangan.

Yakni, milik dari Mulyono, Owner Wisata Desa Bumi Mulyojati Mojopahit di Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu. Pemilik Wisata Desa Bumi Mulyojati, mengungkapkan bahwa ia gunakan dana pribadi untuk pembangunan arca tersebut.

“Memang saya gunakan dana pribadi, masalah izin sudah satu paket sama izin wisata, ya disini tidak ada target selesai kapan, dijalani saja pelan-pelan. Sejauh ini Alhamdulillah tidak ada kendala,” tambahnya.

Mulyono mengatakan, pembangunan arca Mahapatih itu juga tak sembarangan. Semua bagian patung mengandung nilai filosofis. Mulai tinggi badan patung, lebar dan juga perwujudan Patih Gajahmada sendiri. “Wujud patung ini merupakan wahana pemersatu bangsa. ini pesan yang dibawa. Ini juga yang membuat saya bangga menjadi anak asli Moajapahit,” tukas Mulyono. [lis/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar