Gaya Hidup

Datangkan Durian dari Berbagai Kota

‘Nduren Bareng Lagi’ Ada di Sunrise Mall Mojokerto

Masyarakat yang datang ke acara 'Nduren Bareng Lagi' di Sunrise Mall Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sunrise Mall Mojokerto kembali menggelar ‘Nduren Bareng Lagi’. Hal itu karena banyaknya masyarakat Mojokerto yang ingin menikmati durian, yakni buah khas yang memiliki rasa dominan manis dan sedikit semburat pahit. Durian dari berbagai daerah pun didatangkan ke tempat tersebut.

Manajemen Sunrise Mall menghadirkan para pedagang durian dari berbagai daerah mulai 27 Februari sampai 1 Maret 2020. Dengan slogan ‘Pas Harganya, Pas Nikmatnya’ diharapkan bisa menikmati buah duren tersebut.

Chief Marketing Sunrise Mall, Andyanto Vino mengatakan, durian-durian tersebut didatangkan dari Pasuruan, Jombang dan Banyuwangi. “Meski datang dari luar kota tapi untuk harga standar di luar. Jadi masyarakat tidak perlu takut durian masuk mall, harga makin mahal. Harganya sama dengan di luar,” ungkapnya.

Masih kata Vino, acara tersebut merupakan kali kedua di awal 2020. Sebelumnya, kegiatan untuk menarik masyarakat masuk mall satu-satunya di Kota Mojokerto digelar pada awal Februari 2020. Namun karena antusias masyarakat yang datang untuk menikmati durian cukup tinggi, sehingga Sunrise Mall kembali menggelar acara serupa.

“Antusias masyarakat cukup tinggi sehingga kami gelar acara yang sama agar masyarakat bisa menikmati durian di mall. Keluar mall tidak lagi bawa barang branded tapi keluar mall bawa tentengan durian. Rencananya, kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan Sunrise Mall,” katanya.

Salah satu pedagang durian, Suyit (40) asal Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan mengaku sudah mengikuti kegiatan tersebut sebelumnya. “Ini kali kedua, kegiatan yang digelar Sunrise Mall saya ikuti. Ini durian asli Pasuruan, di Pasuruan ada tiga jenis durian yang menjadi andalan. Kasmin, sinaron dan si karim,” ujarnya.

Ketiga jenis durian tersebut menang kontes di Pasuruan beberapa waktu lalu dengan rasa manisnya 90 persen, namun ada rasa pahitnya. Soal harga, lanjutnya, sama dengan durian yang dijual di luar. Yakni, mulai harga Rp25 ribu per biji sampai Rp125 ribu ber biji. Suyit menambahkan, untuk harga tergantung besar dan kecil durian.

“Banyak peminatnya sehingga kembali ke Mojokerto. Sehari, rata-rata 90 biji tapi kalau Sabtu-Minggu bisa sampai 200 biji. Ini pengalaman awal bulan lalu, saat saya kesini. Memang durian berbuah ditentukan musim, biasanya mulai Desember sampai Februari seperti saat ini. Kalau sering ikut event seperti ini, sekarang ada Kediri, tapi setelah dari sini ke Nganjuk,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar