Gaya Hidup

Napak Tilas Keajaiban Dunia Islam di Afrika dan Timteng (5)

Menyusuri Jejak Nabi Musa dari Bukit Tursina ke Maqamnya di Jericho

Keterangan Foto: Penulis (Ferry Is MIrza) berada di depan komplek maqam Nabi Musa AS yang berada di Kota Jericho Palestina. Maqam ini berusia ribuan tahun dan banyak dikunjungi penziarah dari mancanegara.

Jericho (beritajatim.com)— Pada Kamis, tiga hari lalu, penulis menapaki jejak Nabi Musa AS mulai dari bukit Tursina di St Chaterine, Mesir.

Di bukit Tursina itu kisah Nabi Musa Kalamullah (yang berbicara) langsung dengan Allah Ta’ala.

Hal itu seperti ketika menerima wahyu seperti dikisahkan dalam film layar lebar berjudul The Ten Commandement.

Wartawan Ferry Is Mirza dari Jericho, Minggu (29/12/2019) melaporkan untuk beritajatim.com bahwa selepas Terusan Suez hendak menuju Taba –perbatasan Mesir ke Israel/Jerusalem– ada dua tempat bersejarah peninggalan Nabi Musa.

Yaitu wadi (sumur) Nabi Musa dan lokasi (titik) ketika Nabi Musa AS membelah Laut Merah bersama kaumnya yang menyelamatkan diri dari kejaran pasukan Firaun, seperti tulisan seri tiga.

Minggu pagi, seusai salat Subuh di Masjidil Aqsa, cuara cerah, namun suhu udara masih di kisaran 7 derajat Celcius.

Penulis meninggalkan Jerusalem menuju Jericho. Kota di bawah kontrol pemerintah Palestina di bawah pimpinan Presiden Mahmud Abbas.

Di kota terendah di dunia inilah maqam Nabi Musa AS berada. Lokasinya di Bukit Ma’dabah, atau sekitar 45 menit perjalanan darat dari Kota Jerussalem. Karena masih pagi, beruntunglah situasi di Bukit Ma’dabah belum ramai penziarah.

Hanya penulis dan jamaah Mudatur penjelajah negeri para nabi yang datang dan berziarah ke maqam tersebut.

Dari maqam dan masjid Nabi Musa AS, perjalanan penulis beranjut ke Laut Mati dan akan masuk negara Raja Abdullah, yakni Jordania lewat Alanby border.[fim/air/bersambung]

Apa Reaksi Anda?

Komentar