Gaya Hidup

Mengintip Wisata dan Edukasi Budidaya Anggrek di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Ladang Anggrek yang terletak di Dusun Adi Sono, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto bisa menjadi destinasi wisata sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Selain berwisata, juga bisa edukasi dan budidaya serta membawa bunga anggrek pulang.

Sejak dibuka pada 26 April 2018 dengan luas 7 hektar, pengunjung disuguhi ratusan jenis bunga anggrek. Mulai dari jenis transient white cetta, sexy pink stripe, dendrobium super pop, lucian pink, dark pink feodora, sure gold, butter cup, juree red, liberty white, mayneal uraiwan, verus yellow jade dan banyak lagi.

Ongkos parkir kendaraan hanya Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 2 ribu untuk sepeda motor, sementara tiket masuk ke objek wisata Rp 10 rini pada akhir pekan. Masuk area wisata, pengunjung bisa memilih sesuai keinginan. Di sebelah kanan ada gazebo yang merupakan Dapoer Anggrek, out bond dan kolam renang.

Di sisi kiri Ladang Anggrek berupa galeri penjualan yang berisi bibit hingga yang sudah berbunga bisa dinikmati para pengunjung. Bahkan pengunjung bisa membawa pulang karena tak hanya menjual bunga anggrek saja, namun pengelola juga menyiapkan segala jenis untuk tanaman anggrek.

Bagi yang berminat menanamnya di rumah, pengunjung bisa membelinya bunga anggrek dengan harga yang cukup terjangkau. Satu pot anggrek yang belum berbunga dipatok Rp 15 ribu sampai Rp 40 ribu tergantung jenis. Sementara anggrek yang sudah berbunga dihargai Rp 40 ribu sampai Rp 100 ribu. Selain itu juga pot hingga pupuk bisa dibeli disini.

Staf Laboratorium Ladang Anggrek, Ainun Fitriyandini mengatakan, sejak dibuka setahun yang lalu, cukup banyak pengunjung baik dari dalam maupun luar kota Mojokerto.

“Alhamdulillah lumayan antusias karena jarang yang jual anggrek banyak kayak gini. Akhir pekan bisa sampai 500 sampai 1 ribu,” ungkapnya, Sabtu (18/5/2019).

Masih kata Ainun, pengunjung terjauh dari Salatiga dan kota-kota besar lainnya. Bahkan kolektor bisa sampai lima kali datang ke Ladang Anggrek untuk mencari koleksi anggrek terbaru. Menurutnya, bibit anggrek milik sendiri. Penjualannya sendiri juga dilakukan melalui media sosial (medsos).

Ainun menjelaskan, Ladang Anggrek didirikan karena melihat potensi Indonesia yang mempunyai koleksi anggrek banyak baik karakter dan warna. Sementara budidaya dan edukasi soal anggrek belum banyak berdiri selain yang ada di Kediri sehingga hal tersebut menjadi ide awal berdirinya Ladang Anggrek.

“Pungging, anggrek dendro cocok dikembangbiakan disini karena banyak peminat, harga terjangkau dan banyak warna. Di daratan tinggi maupun rendah juga bisa hidup, yang dijual masih yang komersil seperti anggrek bulan, dendro dan lainnya tapi untuk jenisnya disini ratusan,” katanya.

Di Ladang Anggrek juga bekerjasama dengan sekolah-sekolah. Sekolah yang datang, para siswanya akan diajarkan mulai dari cara menanam anggrek yang benar dan perawatan. Sementara anggrek yang paling diminati yakni karena warna, namun untuk kolektor memilih warna kuning atau yang belum punya.

“Kita akan berikan solusi sebelum pengunjung akan membeli jenis anggrek, jika belum pernah menanam anggrek maka kita sarankan untuk membeli yang jenis dendro karena perawatannya cukup mudah. Kita juga harus tahu kita tinggal dimana, itu yang pertama,” tuturnya.

Ainun menjelaskan, dataran rendah atau tinggi untuk melihat jenis anggrek. Kemudian melihat suhu, kelembapan, penyiraman, penyinaran dan udara sirkulasi. Menurutnya, panas 35° masih bisa hidup, kelembapan paling rendah 49, sinar 75 persen sehingga tidak full terkena matahari.

“Untuk air tergantung medianya, seperti arang tidak menyimpang air maka penyiraman lebih sering tapi kayak sabut kelapa yanh menyimpang air bisa tiga hari sehari. Pupuk juga tergantung masa pertumbuhan, jika masih bibit atau remaja maka lebih banyak Natrium, kalau sudah bunga unsur fosfor yang tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, untuk penyakit di anggrek lebih banyak ke hama sejenis siput. Tanaman anggrek bisa dikasih insect jika ada serangan siput karena anggrek tahan terhadap penyakit sehingga jika tidak ada serangan tidak perlu diberikan insect.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar