Gaya Hidup

Masih Potensi Longsor, Pendakian Gunung Semeru Belum Dibuka

Malang (beritajatim.com) – Pendakian Gunung Semeru di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum dibuka sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan sendiri dilakukan pada beberapa bulan lalu, karena terjadi kebakaran lahan dan hutan di kawasan itu.

Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie mengatakan, pihaknya telah melakukan survei jalur pendakian 16 November 2019 lalu. Survei dilakukan mulai dari Pos Ong sampai dengan Pos Kalimati. Hasil dari survei dinyatakan, jalur pendakian belum aman bagi para pendaki.

“Tim menemukan beberapa titik gangguan pada jalur pendakian diantaranya pohon tumbang jenis acacia decurent. Pohon tumbang akibat terbakar, longsoran tanah dan batu di Kemlandingan Dowo dan jalur pos tiga menuju pos empat arah Ranu Kumbolo,” papar John, Jumat, (22/11/2019).

John menyebut, potensi tanah longsor disebabkan karena posisi jalur pendakian berada pada posisi tebing dan jurang dengan kondisi ikatan tanah bekas kebakaran hutan dan kemarau panjang yang masih belum stabil. Apalagi, sepanjang jalur pendakian dan sekitarnya curah hujan belum intensif terjadi. “Belum stabilnya kondisi tanah tersebut akan sangat membahayakan pengunjung. Karena berpotensi timbul longsoran tanah, batu dan pohon tumbang, apablla sewaktu-waktu hujan turun di lokasi pendakian,” kata John.

Karena beberapa potensi bencana itulah, pihak Balai Besar TNBTS memilih masih menutup jalur pendakian. Menurut John, Kebijakan tersebut semata-mata atas pertimbangan keselamatan dan kenyamanan pengunjung Gunung Semeru.

“Berdasarkan hasil survei maka pendakian Semeru masih ditutup sampai dengan pemberitahuan selanjutnya. Kebijakan tersebut semata-mata atas pertimbangan keselamatan dan kenyamanan pengunjung itu sendiri,” tandas John. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar