Gaya Hidup

Peringati HUT ke-74 Republik Indonesia

Mama Cantik di Mojokerto Gowes Pakai Kostum Sakera Merah Putih

Anggota MGC Mojokerto saat gowes dengan kostum merah putih di jalan protokol Kota Mojokerto. Foto istimewa

Mojokerto (beritajatim.com) – Komunitas pengayuh pedal sepeda angin (gowes) mama cantik (macan) di Mojokerto memakai kostum merah putih saat gowes, Sabtu (17/8/2019). Ini dilakukan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74.

Komunitas yang menamakan diri Macan Gowes Club (MGC) Mojokerto ini memilih kosum tersebut tidak lain sebagai bentuk penghomatan pada para pejuang di hari kemerdekaan. Karena kebetulan tanggal 17 Agustus tepat di hari Sabtu yang merupakan agenda rutin gowes MGC Mojokerto.

Selain berkostum merah putih, mereka juga berseragam sakera yang menjadi pakai adat Madura. Gowes memakai sepeda lengkap dengan helm pengaman dan pernak pernik kemerdekaan juga ikut menghiasi. Seperti halnya, coretan merah putih pada pipi dan bendera merah putih.

Ketua MGC Mojokerto, Ike Damayanti (44) mengatakan, gowes MGC Mojokerto rutin dilakukan tiap Sabtu. “Ini sebagai ajang kumpul-kumpul, menambah teman dan silaturahmi. Menjaga tubuh tetap bugar dan sehat juga menjadi alasan,” ungkapnya.


Anggota MGC Mojokerto usai gowes memperingati HUT RI ke 74. Foto : istimewa

Tak hanya itu, lanjut Keke (sapaan akrab, red), hal itu sekaligus merefresh otak dari kebiasaan rutin yang dilakukan tiap harinya. Menurutnya, rute yang diambil tidak memaksa namun tujuan tercapai. Seperti kali ini, mulai start di Jalan Benteng Pancasila menuju Kelurahan Balongsari.

“Yang jelas kita selalu fun. Tidak pernah memaksaan harus gowes sejauh mana. Tadi sebelum jalan, kami sempatkan upacara dulu di Taman Benpas sebagai bentuk menghormati para pejuang kemerdekaan. Pemakaian kostum memang kami sesuaikan dengan kemerdekaan,” jelasnya.

Salah satu anggota MGC Mojokerto, Weda Suriyawan (37) menambahkan, meski MGC belum genap tiga tahun, sejauh ini keanggotannya cukup banyak sudah mencapai 50 orang lebih. “Usia mulai 35 tahun hingga tertua 60 tahun. Tak ada batasan, semua boleh ikut kecuali satu. Kita tidak menerima cowok,” katanya.

Tak hanya gerakan hidup sehat, tak jarang kegiatan sosial juga kerap dilakukan. Seperti halnya, bagi takjil saat bulan Suci Ramadan dan sembako untuk kaum yang membutuhkan. Sehingga diharapkan tak hanya sebagai komonitas olah raga saja namun bisa bermanfaat bagi orang lain. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar