Gaya Hidup

Kebutuhan Hotel untuk Backpacker dan Komunitas Sangat Besar

Dongkrak okupansi RedDoorz rangkul 150 komunitas di Jatim. Acara ini berlangsung di Satu Atap Co-Working Space, Surabaya, Sabtu (15/2/2020).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Tak sedikit wisatawan backpacker atau berangsel yang terkadang kebingungan mencari penginapan saat berwisata. Padahal bagi para pengusaha perhotelan, para wisatawan dengan gaya berangsel ini justru menginap lebih lama.

Melihat potensi yang besar ini RedDoorz, platform manajemen dan pemesanan hotel online, tak mau kehilangan. Menggunakan jaringan bisnis hotelnya, perusahaan jasa ini menyediakaan pelayanan yang bisa dijangkau semua kalangan. Dalam jumpa pers di Satu Atap Co-Working Space, menejemen RedDoorz merangkul 150 komunitas di Jawa Timur.

“Terlebih RedDoorz juga merangkul ratusan komunitas khususnya di Jawa Timur. Jadi memang pangsa pasar wisatawan berangsel ini kita sasar sekaligus para komunitas ini. Sebab pelayanan memuaskan dengan harga terjangkau yang mereka butuhkan kita disediakan,” jelas Area Marketing Manager RedDoorz untuk Jawa Timur dan Indonesia Timur, Glenn Karela, Sabtu (15/2/2020).

Glenn juga menjelaskan acara tersebut juga merupakan bentuk komitmen RedDoorz untuk terlibat aktif dan mendukung kegiatan komunitas. Dalam kesempatan tersebut, RedDoorz memperkenalkan RedCommunity sebagai wadah resmi komunitas yang dikembangkan.

Tak hanya itu RedDoorz mengajak serta komunitas di Jawa Timur untuk ikut serta berpartisipasi dalam RedCommunity Competition yang sedang RedDoorz jalankan.

RedCommunity Competition merupakan kompetisi yang mengajak para anggota komunitas untuk dapat menjalankan rutinitas aktivitas komunitasnya secara nyaman dengan didukung oleh layanan penginapan dan akomodasi yang nyaman dari RedDoorz.

“Melalui layanan RedDoorz yang terstandardisasi, mudah ditemukan di berbagai wilayah di Jawa Timur dan Indonesia, serta terjangkau sangat cocok dengan kebutuhan para anggota komunitas. Sebab mereka ini mayoritas adalah generasi milenial yang menginginkan layanan penginapan yang nyaman,” tandasnya.

Terkait potensi Jawa Timur, mengacu pada penelitian yang diadakan Jakpat, lembaga survei independen di akhir 2019 lalu, 89% masyarakat di provinsi Jawa Timur memang telah menunjukkan kesadarannya terhadap merek RedDoorz. Area Surabaya dan sekitarnya pun telah berada dalam posisi lima besar area dengan jumlah okupansi terbanyak hotel RedDoorz di Indonesia.

Ketua komunitas otomotif SUGOI (Suzuki GSX Owner Indonesia) Cabang Surabaya, Gunawan mengatakan, sebagai perwakilan komunitas, pihaknya mengharapkan andil serta berbagai perusahaan untuk terjun langsung membantu aktivitas komunitas yang kami jalankan.

“Ratusan komunitas dengan ribuan anggota di Jawa Timur dengan ragam kegiatannya masing-masing menyimpan potensi yang besar bagi merek yang bersentuhan langsung dengan para anggota komunitas yang rata-rata generasi milenial. Kehadiran RedDoorz dengan layanan penginapannya yang terjangkau sangat cocok dengan kebutuhan kami, untuk mendapatkan layanan penginapan yang nyaman mendukung berbagai aktivitas komunitas yang kami lakukan,” lanjutnya.

RedDoorz saat ini memiliki sejumlah 45 hotel di Surabaya dan 85 di Jawa Timur dari total 1.500 properti di seluruh Indonesia yang tersebar di lebih dari 120 kota di Indonesia. RedDoorz tersedia untuk diunduh di AppStore dan Google PlayStore guna melayani jutaan wisatawan di Asia Tenggara untuk mendapatkan layanan penginapan yang terjangkau, mudah diakses, dan terstandardisasi.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar